TERKAIT DUGAAN KASUS TAMBANG ILEGAL, KSPM DESAK KPK TANGKAP KABARESKRIM POLRI

News1157 Views

Jakarta – Sekelompok massa yang tergabung dalam Koalisi Soliditas Pemuda Mahasiswa (KSPM) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menangkap Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto karena kasus dugaan beking tambang batubara ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dugaan keterlibatan Kabareskim Komjen Agus Andrianto dan sejumlah perwira kepolisian dalam membekingi dan menampung ‘uang koordinasi’ tambang batubara ilegal di Kalimantan Timur merupakan komitmen pembenahan besar-besaran di tubuh institusi Polri. Ini momen KPK bongkar dan bersihkan beking tambang Polri,” ujar Penanggung Jawab Aksi KSPM, Giefrans Mahendra, saat menyampaikan orasinya di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/11/22).

Aksi unjuk rasa ini merupakan buntut adanya sebuah video yang pernyataan Ismail Bolong yang mengaku melakukan penyetoran uang ke sejumlah perwira hingga Jenderal Polisi di Polda Kaltim dan Bareskrim Polri.

Giefrans menjelaskan, viralnya video pengakuan Ismail Bolong dan dokumen hasil pemeriksaan Propam memunculkan spekulasi “perang bintang” di lingkup internal Kepolisian.

“Rumor ‘perang bintang’ ini harus dijawab oleh Kapolri dengan mengusut tuntas kasus beking tambang ilegal. Orang nomor satu di kepolisian itu tak boleh ada beban menyeret orang-orang yang terlibat jika terbukti setoran itu benar adanya,” tegasnya.

Giefrans menilai, penangkapan Ismail Bolong bisa menjadi langkah awal untuk mengusut tindak pidana praktik beking dan setoran tambang ilegal di Kaltim. Untuk mengusutnya, Kapolri tidak bisa bekerja sendirian, perlu ada kontribusi lembaga lain yang mampu membongkar praktik tersebut, salah satunya peran dari KPK.

“KPK harus turun tangan dengan segera menangkap Komjen Agus Andrianto. Mantan Kapolda Sumatera Utara itu harus diperiksa terkait dugaan peran dia sebagai penampung setoran tambang ilegal di tingkat Bareskrim Polri. Jika terbukti bersalah, KPK tak boleh enggan memanggil Agus, bahkan jika perlu menahannya untuk sementara sebelum perkaranya masuk ke pengadilan,” pungkas Giefrans.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *