TERKAIT APBN JEBOL, ANTHONY BUDIAWAN SEBUT PEMERINTAH LAKUKAN PEMBOHONGAN TERHADAP RAKYAT

News276 Views

Jakarta – Managing Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan alasan pemerintah telah menunjukkan kegagalannya dalam mengelola keuangan negara.

Pasalnya menurut dia, surplus APBN 2022 yang begitu besar namun pemerintah justru menaikkan PPN dan harga BBM dengan dalih APBN akan jebol yang terbukti hanya isapan jempol.

“Ini jelas menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mengelola keuangan negara. Surplus APBN begitu besar tapi PPN dan harga BBM dinaikkan dengan alasan APBN akan jebol, yang terbukti hanya isapan jempol alias pembohongan publik, dan kejahatan kepada rakyat?
Tingkat penyerapan APBN begitu rendah, inflasi pangan sangat tinggi, pemerintah seharusnya membelanjakan APBN untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelompok bawah. Tapi ini malah sebaliknya, menaikkan PPN dan harga BBM. Kok bisa pemerintah begitu jahat terhadap rakyatnya?” ujar Anthony Budiawan, Senin (7/11/22).

Lanjut dia, di tengah rendahnya serapan APBN, mestinya pemerintah membelanjakan APBN untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat kelompok bawah bukan sebaliknya membebani rakyat.

“Tingkat penyerapan APBN begitu rendah, inflasi pangan sangat tinggi, pemerintah seharusnya membelanjakan APBN untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelompok bawah. Tapi ini malah sebaliknya, menaikkan PPN dan harga BBM. Kok bisa pemerintah begitu jahat terhadap rakyatnya?” katanya lagi.

Dia pun menyesalkan pernyataan Kepala Badan Fiskal (BKF) yang menyebut APBN 2022 yang tidak terserap bakal digunakan sebagai dana cadangan APBN 2023.

Bahkan dia menuding Kepala BKF melakukan penyesatan informasi mengingat APBN 2022 yang tidak terserap tidak dapat digunakan untuk APBN tahun 2023.

“Sisa uang belanja negara yang belum terserap itu, kata Febrio nantinya bisa menjadi dana tambahan atau cadangan untuk pemerintah untuk APBN 2023.” Apa tdk salah? Apa BKF tidak mengerti, bahwa APBN 2022 yang tidak terserap tidak bisa digunakan utk APBN 2023? Penyesatan informasi?” jelasnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa tahun 2022 tersisa dua bulan lagi, namun masih ada Rp 1.200 triliun belanja negara di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih belum terealisasi.
Kata dia, di sisa akhir tahun 2022, dari pagu belanja negara di dalam Perpres 98/2022 sebesar Rp 3.106,4 triliun, pemerintah baru merealisasikan belanja sebesar Rp 1.913,9 triliun atau baru terserap 61,6% hingga 30 September 2022.

Artinya masih ada Rp 1,192,5 triliun yang belum diserap atau dibelanjakan.

“Daftar belanja kita ada Rp 3.000 triliun, kalau itu dieksekusi semuanya, itu masih ada Rp 1.200 triliun yang akan di-spend (dibelanjakan) dalam dua bulan ke depan. That’s really big money,” jelas Sri Mulyani dalam seminar yang diselenggarakan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), seperti dikutip dari Bisnis com, Jum’at (28/10/22).

Dengan anggaran belanja yang belum terserap tersebut, Sri Mulyani meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi pada Kuartal III-2022 masih akan kuat, bahkan diperkirakan lebih tinggi dari Kuartal II-2022 yang mencapai 5,44% (year on year/yoy).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menambahkan, untuk sisa belanja negara yang sekira Rp 1.200 triliun itu bukan artinya harus dihabiskan atau dibelanjakan.

Pasalnya untuk membelanjakan uang sebesar itu pada sisa akhir tahun menjadi tantangan tersendiri, menurut pemerintah.

“Artinya kalau memang punya belanja yang belum terserap ya kita pastikan diserap berkualitas, bukan kemudian harus jor-joran dibelanjakan,” jelas Febrio dalam kesempatan yang sama.

Sehingga apabila belanja negara dalam APBN 2022 tidak bisa terserap dengan baik, maka artinya pemerintah bisa menghemat anggaran dengan konteks belanja yang berkualitas.

Sisa uang belanja negara yang belum terserap itu, kata Febrio nantinya bisa menjadi dana tambahan atau cadangan untuk pemerintah untuk APBN 2023.

“Jadi, tahun depan itu kita antisipasi menghadapi ketidakpastian, bahwa karena ketidakpastian tinggi tahun depan, kita pastikan bahwa kita akan punya cash buffer yang cukup dari tahun 2022,” jelas Febrio.

 

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *