Meksiko, PBSN – Lupakan kegagalan Timnas U19 ke final. Sekarang kita beralih ke Piala Dunia. Tak ada even megah di dunia selain World Cup. Even terakbar ini telah dibuka ditandai dengan kekalahan Afrika Selatan 2-0 oleh tuan rumah, Meksiko.
Akhirnya Piala Dunia 2026 resmi dimulai. Bukan dimulai biasa-biasa saja. FIFA tampaknya bangun pagi, minum kopi ukuran toren air, lalu berkata, “Kalau pembukaan satu negara terlalu sederhana, kenapa tidak tiga negara sekaligus?” Jadilah turnamen terbesar dalam sejarah manusia, mamalia, dan mungkin beberapa spesies alien yang kebetulan menangkap siaran satelit bumi.
Nuan bayangkan. Ada 48 tim. Ada 104 pertandingan. Ada tiga negara tuan rumah. Kalau Piala Dunia sebelumnya seperti hajatan RT, edisi 2026 ini sudah seperti pesta pernikahan galaksi yang EO-nya sedang kerasukan semangat lembur.
Meksiko mendapat giliran pertama pada 11 Juni 2026 di Estadio Azteca. Stadion berkapasitas sekitar 87 ribu orang itu mendadak berubah menjadi blender raksasa yang mengaduk musik, budaya, lampu, tarian, dan teriakan penonton menjadi satu adonan kegilaan.
Shakira naik panggung. Burna Boy ikut bergoyang. Lagu resmi “Dai Dai” menggema ke seluruh penjuru stadion. J Balvin, Tyla, Belinda, Maná, Alejandro Fernández, Danny Ocean, Lila Downs, hingga Los Ángeles Azules ikut meramaikan suasana. Salma Hayek muncul sebagai tamu spesial. Lengkap sudah. Kurang Godzilla menari salsa saja.
Budaya Meksiko ditampilkan habis-habisan. Papel picado beterbangan. Warna-warni memenuhi stadion. Penonton dibuat bingung apakah mereka sedang menonton pembukaan Piala Dunia atau sedang tersedot ke dalam piñata raksasa.
Lalu laga dimulai. Meksiko melawan Afrika Selatan.
Baru menit ke-9, Julián Quiñones mencetak gol. Stadion langsung bergetar seperti mesin cuci yang sedang mencuci batu bata. Menit ke-67, Raúl Jiménez menambah gol. Skor menjadi 2-0.
Tapi tunggu. Itu belum cukup.
Entah karena terlalu semangat atau lupa, ini sepak bola, laga itu menghasilkan tiga kartu merah. Tiga! Wasit tampaknya mengira kartu merah sedang diskon dan harus dihabiskan sebelum masa berlaku berakhir. Dua pemain Afsel keluar. Satu pemain Meksiko ikut menyusul. Rekor kartu merah laga pembuka pun tercipta.
Jumlah kartu merah ini membuat sebagian netizen Indonesia teringat berita-berita korupsi. Bedanya, pemain yang dapat kartu merah langsung keluar lapangan. Kalau yang satu lagi kadang perlu proses panjang, rapat panjang, konferensi pers panjang, dan alasan panjangnya mengalahkan antrean sembako.
Hari ini Kanada mendapat giliran. Toronto menjadi pusat perhatian dunia. Michael Bublé, Alanis Morissette, Alessia Cara, dan kemungkinan Nora Fatehi akan tampil.
Kanada terkenal sopan. Bahkan ada rumor kalau pemain Kanada menekel lawan, mereka akan berkata, “Maaf ya, tidak sengaja menjatuhkan Tuan.” Lalu membantu lawan berdiri, menyuguhkan kopi, dan mengantar pulang ke hotel.
Kanada menghadapi Bosnia-Herzegovina dalam pertandingan yang diprediksi bakal seru. Meski jujur saja, banyak penonton juga penasaran apakah suhu stadion lebih dingin atau ekspresi bek Bosnia saat menghadapi serangan Kanada.
Kemudian Amerika Serikat datang membawa sifat khasnya, kalau bisa besar, kenapa tidak dibuat kelewat besar?
SoFi Stadium di Los Angeles menjadi panggung berikutnya. Katy Perry tampil sebagai bintang utama. Future hadir. Lisa Blackpink hadir. Anitta hadir. Rema hadir. Tyla hadir.
Kalau semua artis itu dikumpulkan dalam satu tempat, kemungkinan sinyal ponsel di radius 50 kilometer akan menyerah dan pensiun dini.
Laga AS melawan Paraguay menjadi penutup rangkaian pembukaan. Stadion akan dipenuhi lampu, musik, efek visual, dan mungkin cukup energi untuk menghidupkan satu kabupaten selama seminggu.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung hingga 19 Juli dengan final di MetLife Stadium. Total 104 pertandingan siap membuat penggemar sepak bola lupa waktu, lupa pekerjaan, lupa cicilan, dan lupa besok Sabtu.
Sementara itu, di Indonesia, sebagian rakyat menyaksikan dua kompetisi sekaligus. Yang pertama Piala Dunia. Yang kedua lomba siapa paling kreatif menjelaskan hilangnya uang negara. Yang pertama mengejar trofi emas. Yang kedua kadang mengejar sesuatu yang juga berwarna emas.
Untunglah sepak bola masih memberi hiburan. Di lapangan, pemain berlari mengejar bola. Di luar lapangan, kita cukup duduk santai menikmati laga tanpa perlu memikirkan siapa yang sedang mengejar proyek, siapa yang sedang mengejar jabatan, dan siapa yang tiba-tiba mengejar pengacara.
Selamat datang di Piala Dunia 2026. Turnamen yang begitu besar sampai pembukaannya dibagi tiga negara. Kalau diperbesar lagi, kemungkinan pembukaannya harus dilakukan di Bumi, Mars, dan Jupiter sekaligus.
Rosadi Jamani










