Pendukung Jokowi Tuding “Prabowo Berkhianat” Tak Dilaporkan, Beda dengan Tiyo

Hukrim, News, Politik31 Views

Jakarta, PBSN – Setelah Roy Suryo dan dr. Tifa memperoleh penangguhan penahanan, borgol sudah dilepas, eh pendukung Jokowi yang dikenal Termul malah ngamuk. Mereka menuding Prabowo berkhianat. Coba apa hubungannya. Anehnya pendukung RI 1, diem bae. Beda dengan Tiyo, langsung dilaporkan ke polisi.

Kubu pendukung Jokowi meledak bak meriam karbit Pontianak. Ade Darmawan melontarkan kritik keras terhadap proses hukum yang dianggap mencederai rasa keadilan. Menurutnya, ada tanda tanya besar yang membuat publik bertanya-tanya.

Sementara Fritz Alor Boy tampil lebih garang. Ia melontarkan tudingan, Prabowo telah “berkhianat” terhadap Jokowi, mengaitkan pembebasan tersebut dengan dinamika politik yang sedang berlangsung. Belum cukup sampai di situ, ia juga menyuarakan kesiapan mendukung Gibran maju pada Pilpres 2029. Sampai segitunya mereka panas.

Yang bikin netizen garuk-garuk kepala bukan sekadar isi pernyataannya, tetapi nasib pernyataan itu sendiri. Tuduhan sekelas “berkhianat”, dugaan intervensi, sampai kritik terhadap penegakan hukum melayang bebas seperti layang-layang putus benang. Tidak terdengar ada laporan polisi. Tidak ada antrean konferensi pers dengan kalimat sakti, “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.” Semuanya lewat begitu saja, seolah angin politik sedang berbaik hati.

Lalu kamera beralih ke panggung sebelah. Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM yang dikenal vokal, melontarkan kritik keras terhadap Prabowo. Di sinilah ritme ceritanya mendadak berubah. Garda Prabowo bersama advokat Firdaus Oiwobo bergerak cepat melayangkan laporan ke kepolisian. Tiyo dipersoalkan karena menyebut “Prabodoh Subiantolol”, membuat perumpamaan dengan kucing, serta menyampaikan tudingan mengenai program MBG dan alat pelacak pada kendaraan. Laporan mengalir ke Bareskrim hingga Polres Tangerang Selatan dengan dugaan penghinaan terhadap presiden, ujaran kebencian, dan fitnah. Kecepatannya bikin netizen curiga jangan-jangan berkasnya dikirim secepat tembakan Dembele ke gawang Norwegia.

Di titik ini, rakyat jelata mulai bingung membedakan mana ruang demokrasi, mana arena adu cepat bikin laporan. Yang satu melempar kritik keras terhadap penguasa, suasananya adem seperti ruang ber-AC. Yang lain melontarkan kritik bernada menghina, langsung disambut iring-iringan laporan bak tamu kehormatan. Netizen pun mulai membuat rumus baru. Mungkin di negeri ini, kecepatan hukum kadang terasa seperti layanan ojek online. Tergantung titik jemput, titik antar, dan siapa yang sedang membuka aplikasinya.

Jokowi sendiri memilih nada lebih tenang. Ia menyatakan, keputusan penangguhan merupakan kewenangan kejaksaan dan meminta semua pihak menghormati proses hukum hingga persidangan selesai. Di sisi lain, Roy Suryo dan dr. Tifa menyampaikan rasa syukur atas penangguhan tersebut serta menyatakan tetap ingin melanjutkan proses persidangan tanpa menempuh restorative justice. Mereka juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabowo. Sementara itu, perdebatan di ruang publik justru semakin panas. Yang satu bicara hukum, yang lain bicara loyalitas, sisanya sibuk menghitung episode berikutnya.

Beginilah politik di negeri MBG. Kadang lebih sulit ditebak dari cuaca di musim pancaroba. Hari ini musuhan, besok senyum-senyum. Hari ini saling sindir, besok duduk semeja. Hari ini teriak “demokrasi!”, besok teriak “laporkan!”. Yang berubah cuma tokohnya, naskahnya tetap sama: rakyat dijadikan penonton setia yang tiap malam disuguhi serial tanpa ending.

Kalau begini terus, jangan heran kalau suatu hari nanti kategori penghargaan politik bukan lagi “tokoh paling berpengaruh”, melainkan “aktor pendukung terbaik”, “plot twist tergokil”, dan “laporan polisi tercepat”. Karena di republik ini, politik kadang terasa bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan juga lomba improvisasi. Rakyat? Tetap setia di tribun, tertawa, mengelus dada, lalu bertanya dalam hati, “Besok episode apalagi, ya?”

 

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *