MESKI DIPROTES, KANSELIR JERMAN NGOTOT SUPLAI SENJATA BERAT KE UKRAINA

Internasional288 Views

Berlin – Perdana Menteri Olaf Scholz membela pasokan senjata berat ke Ukraina dengan klaim bahwa ‘pasifisme tidak lagi valid’.

Hal tersebut disampaikan Scholz saat berbicara pada rapat umum yang diselenggarakan oleh Serikat Buruh Jerman (DGB) di Düsseldorf, Ahad (1/5/22).

“Saya menghormati semua jenis pasifisme, saya menghormati sikap apapun. Tapi warga Ukraina harus berpikir kita mengejek ketika kita memberitahu mereka untuk membela diri tanpa senjata terhadap agresi Putin,” ujar Kanselir Jerman seperti dilansir Sputniknews, Senin (2/5/22).

Scholz juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan pemindahan perbatasan dan penaklukan tanah secara paksa.

“Kami akan terus mendukung Ukraina dengan uang dan bantuan kemanusiaan dan juga akan mendukung mereka untuk mempertahankan diri dengan memasok senjata, seperti yang dilakukan banyak negara di Eropa,” ujarnya lagi.

Sebelumnya para pekerja memprotes pidato Perdana Menteri Jerman Olaf Scholz yang membela pasokan senjata berat ke Ukraina pada rapat umum 1 Mei, dengan slogan-slogan seperti ‘penyebar perang’ dan ‘pembohong’.

️Presiden Serikat Buruh Jerman (DGB), Reiner Hoffmann, yang menjadi tuan rumah rapat umum, juga dengan tegas menentang kenaikan permanen anggaran militer dan pengabaian kesejahteraan rakyat.

“Kami menolak persenjataan massal. Kami membutuhkan uang ini untuk investasi masa depan dan efisiensi negara kesejahteraan sosial kami dalam transformasi yang harus dilalui negara kami,” jelas Hoffmann.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *