Gaza – Telah dilaporkan bahwa sekitar 250 ribu orang menganggur di Jalur Gaza akibat blokade Israel sejak 2007.
Kementerian Tenaga Kerja Palestina di Gaza telah mengeluarkan pernyataan tertulis pada kesempatan Hari Buruh dan Solidaritas, 1 Mei.
“Pengetatan blokade Israel di Jalur Gaza meningkatkan angka pengangguran hingga 45 persen, 74 persen di antaranya adalah kalangan pemuda. Total jumlah pengangguran di kawasan itu sekitar 250 ribu,” demikian pernyataan Kementerian Tenaga Kerja seperti dikutip Anadolu Agency, Senin (1/5/23).
Sementara kementerian mencari dukungan dari badan amal untuk melayani rakyat Gaza dengan lebih baik dan mengurangi tingkat pengangguran, tekanan ada pada Israel untuk mengakhiri pelanggarannya terhadap petani yang bekerja di lahan pertanian di Jalur Gaza, meningkatkan jumlah pekerja yang diizinkan bekerja di wilayah pendudukan dan memperluas wilayah penangkapan ikan para nelayan menyerukan agar hal itu dilakukan.
Blokade Israel terhadap Gaza terus berlanjut
Disebutkan terdapat sekitar 50 pemukiman Yahudi di sekitar Jalur Gaza, yang diblokade Israel.
Menurut media lokal, populasi Israel di sini meningkat dari 42.000 pada 2009 menjadi 55.000 pada 2019, meningkat 30,6 persen.
Jalur Gaza, yang telah diblokade oleh Israel melalui udara, darat dan laut selama hampir 16 tahun, sedang menyaksikan krisis kemanusiaan yang besar.
Sekira 2 juta warga Palestina tanpa kebebasan bergerak tidak dapat meninggalkan Gaza, kecuali dalam keadaan yang sangat luar biasa.
Administrasi Tel Aviv memberi lebih dari 10 ribu warga Palestina yang tinggal di Gaza dengan izin kerja di Israel.
Beberapa ahli mengkritik bahwa Israel menggunakannya sebagai “kartu negosiasi ekonomi” terhadap Jalur Gaza.
(Red/Sumber)






