Banda Aceh – Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh, Irsan Nasution, mengatakan bahwa untuk menjamin stok dan stabilitas harga beras di Aceh, pihaknya menyalurkan sebanyak 1.533 ton beras.
“Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau. Walaupu di pasaran ada kenaikan harga,” kata Irsan, seperti dikutip Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu (21/1/23).
Kata Irsan, penyaluran beras itu diharapkan mampu meredam kenaikan harga di pasaran.
Lanjutnya penyaluran seribu ton lebih beras itu, sesuai dengan arahan Bulog pusat.
Irsan mengaku sudah mengarahkan Bulog di kabupaten/kota juga memastikan operasi pasar berjalan baik.
Dia bilang, total yang diimpor pada tahun lalu sebanyak 30 ton lebih.
Meski sudah menyalurkan beras, Irsan menjelaskan terkait kebijakan mengimpor beras. Tujuannya untuk menahan laju kenaikan harga beras.
Menurut dia, dengan adanya impor beras dan pasokan cadangan beras pemerintah (CBP) terpenuhi. Maka harga beras di pasaran dipastikan akan terkendali.
Dia menyebutkan, beras impor menjadikan stok cadangan beras pemerintah di Bulog Aceh kini menjadi 11.744 ton.
Tambahan beras impor semata-mata memperkuat cadangan beras nasional sampai datangnya musim panen raya pada Maret 2023.
“Jumlah ini cukup untuk kebutuhan penyaluran sampai dengan panen raya,” jelas Irsan.
(Red/Sumber)






