Kyiv – Menurut berita saluran CBS, 70 persen senjata yang dikirim oleh negara-negara Barat ke Ukraina tidak mencapai pasukan.
“Semua hal ini melintasi perbatasan dan kemudian sesuatu terjadi; sekitar 30 persen mencapai tujuan akhir mereka,” kata Jonas Ohman, pendiri organisasi nirlaba Biru-Kuning yang berbasis di Lituania yang memasok militer Ukraina seperti dikutip Sputniknews, Senin (8/8/22).
Ohman menunjukkan bahwa senjata mengalami proses yang kompleks dan dimiliki oleh ‘panglima perang, oligarki, dan aktor politik’.
Sementara itu penasihat krisis senior Amnesty International, Donatella Rivera mengutarakan kekhawatirannya terkait pengiriman senjata tersebut.
“Benar-benar tidak ada informasi ke mana mereka akan pergi. Yang benar-benar mengkhawatirkan adalah bahwa beberapa negara yang mengirim senjata tidak merasa itu adalah tanggung jawab mereka untuk menerapkan mekanisme pengawasan yang kuat,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Kepolisian Eropa (Europol) menyatakan bahwa beberapa senjata yang dikirim ke pemerintahan Kyiv berada di tangan organisasi kejahatan terorganisir di Eropa.
Bahkan Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan bahwa beberapa senjata yang dijual di pasar gelap ditemukan di wilayah Timur Tengah.
(Red/Sumber)






