Dosen Bersama Suami dan Dua Anak Kecilnya Meninggal di Tempat

Babel, PBSN Indonesia – Sesama dosen, saya merasa pilu melihat tragedi ini. Seorang dosen bersama suami, dan dua anak kecilnya meninggal di tempat akibat kecelakaan maut, Sabtu (24/10/2026) lalu di Bangka Belitung.

Satu keluarga berangkat menempuh perjalanan. Mungkin ada canda di dalam mobil, mungkin dua anak kecil itu sedang bercerita kepada ayah dan ibunya. Mereka tak tahu, perjalanan mereka kira biasa ternyata menjadi perjalanan terakhir. Tak ada salam perpisahan, tak ada pelukan terakhir yang disengaja. Sebuah kecelakaan merenggut semuanya, sekaligus, tanpa memberi kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal.

Erika Fitri Wardani, dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), meninggal dunia bersama suami dan dua anaknya masih berusia 6 dan 8 tahun. Mobil Honda Brio mereka tumpangi bertabrakan dengan truk di Desa Jelutung I, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Empat nyawa melayang. Sepasang suami istri dan dua buah hati. Ya Allah, bagaimana mungkin sebuah rumah dahulu dipenuhi suara tawa mendadak kehilangan seluruh penghuninya?

Erika bukan perempuan biasa. Ia dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), lulusan Sarjana Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada 2013, lalu meraih gelar Magister Pendidikan pada 2015. Ia sedang menempuh pendidikan doktoral Ilmu Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta melalui beasiswa kampus.

Ia aktif meneliti, mengembangkan kualitas guru, menjadi fasilitator Program Sekolah Penggerak, serta juri dalam sejumlah peringatan Hari Guru Nasional. Bulan depan, ia dijadwalkan dilantik sebagai Kepala Perpustakaan Unmuh Babel.

Sayangnya, jabatan itu tinggal rencana. Gelar doktor masih diperjuangkan. Pengabdian masih panjang. Namun, kematian tak pernah membaca kalender, apalagi menghormati daftar cita-cita manusia.

“Allah lebih sayang sama dia,” ujar Fadillah, atasannya, dengan kalimat yang terasa seperti pisau bagi siapa pun yang mendengarnya.

Fadillah mengaku terpukul. Menurutnya, mencari dosen berdedikasi, loyal, dan berprestasi seperti Erika bukan perkara mudah. Kampus kehilangan tenaga pendidik terbaiknya. Tetapi, di balik kehilangan institusi, ada tragedi yang jauh lebih menyayat: dua anak kecil kehilangan kesempatan mengenal dunia, dan sepasang orang tua pergi bersama mereka.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Mobil yang melaju dari arah Pangkalpinang diduga melebar atau berpindah jalur hingga bertabrakan dengan truk dari arah Koba. Penyebab pastinya masih diselidiki. Benturan menghancurkan bagian depan mobil hingga kabin kemudi. Serpihan kaca dan logam berhamburan. Warga berlarian setelah mendengar dentuman keras, semula mengira ban kendaraan pecah.

Empat orang mengalami luka parah. Namun, takdir berkata lain.

Sekitar pukul 17.50 WIB, empat jenazah diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Kalian untuk dipulangkan ke Bengkulu. Kampus mengerahkan empat kendaraan, termasuk dua mobil jenazah dan satu ambulans. Pimpinan universitas serta staf turut mengiringi perjalanan terakhir mereka.

Betapa pilunya perjalanan itu. Empat tubuh terbujur diam. Tak ada lagi suara anak-anak memanggil ayahnya. Tak ada lagi seorang istri menyapa suaminya. Tak ada lagi tangan kecil menggenggam jemari ibunya.

Ironisnya, manusia sering sibuk mengejar masa depan, seolah-olah esok pasti menjadi miliknya. Padahal, maut bisa meruntuhkan seluruh rencana dalam satu dentuman. Semoga Allah memeluk mereka dalam rahmat-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menerima kehilangan yang tak terbayangkan.

Selamat jalan, Erika. Selamat jalan, Ayah. Selamat jalan, dua malaikat kecil. Kalian berangkat bersama, kalian pulang bersama. Semoga di surga, kalian kembali menjadi keluarga yang utuh.

Sebab di dunia, ada perjalanan berakhir di rumah. Ada pula perjalanan yang mengantarkan satu keluarga menuju keabadian. Kali ini, air mata kami tak cukup untuk mengiringi kepergian kalian.

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *