“Itu bisa terjadi? Karena perubahan Konstitusi tahun 1999 hingga 2002 telah membuka peluang terjadinya dominasi segelintir orang untuk menguasai dan menguras kekayaan negara ini,” ujar LaNyalla saat menghadiri dialog Nasional Peringatan Dies Natalis ke-61 IKAMI Sulawesi Selatan dengan tema ‘Kolaborasi Bangun Indonesia dari Daerah, Jum’at (30/9/22).
Untuk itu kata dia, sejak dirinya dilantik sebagai Ketua DPD RI pada Oktober 2019, dirinya turun ke daerah untuk melihat dan mendengar langsung aspirasi dan permasalahan yang dihadapi daerah dan stakeholder yang ada di daerah.
“Saya sudah keliling ke 34 Provinsi di Indonesia dan lebih dari 300 Kota dan Kabupaten di Indonesia. Saya menemukan satu kesimpulan, mengapa hampir semua permasalahan di daerah sama. Mulai dari persoalan sumber daya alam daerah yang terkuras,” katanya lagi.
Dia juga mengatakan bahwa kemiskinan struktural dan indeks kemandirian fiskal daerah juga jauh dari kata mandiri.
Karena itu pihaknya menawarkan gagasan dan pikiran bahwa bangsa ini harus kembali berdaulat atas bumi air dan kekayaan alam yang merupakan anugerah dari Allah SWT.
“Kalau kita mau jujur apakah arah perjalanan bangsa ini semakin menuju apa yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa ini atau semakin menjauh dari cita-cita yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Silahkan dijawab,” jelasnya.
“Oleh karena itu, saya terus berkampanye untuk menata ulang Indonesia, bukan soal Copras-Capres. Hal ini dilakukan demi menghadapi tantangan masa depan yang akan semakin berat bagi anak cucu,” tambahnya.
Dirinya juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk kembali pada Pancasila agar menjadi bangsa yang tidak durhaka kepada pendiri bangsa.












