NGERI BENAR-BENAR NGERI SAAT INI

Opini252 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Orang sekarang ini gak punya rasa IBA, KASIHAN dan PRIKEMANUSIAAN lagi sebagai manusia. Yang ada PRIKEBINATANGAN. Manusia sampai-sampai gak ada harga lagi di tangan manusia itu sendiri.

Kiranya hanya LASKAR-LASKAR FPI pengawal IBHRS di KM 50 aja yang diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat pengayom pelindung rakyat tapi ternyata sesama merekapun tidak kalah SADISNYA diperlakukan begitu bengis dan kejam. Sama dengan PKI memperlakukan para JENDERAL di LUBANG BUAYA. Untung sang pemimpin kepolisian yakni KAPOLRI bertindak cepat melindungi institusi POLRInya yg anggotanya ratusan ribu orang dari pada melindungi oknum POLRI yang terlibat pidana.

Memang pemimpin POLRI harus seperti itu. Siapapun dia mau JENDERAL atau KOPRAL ataupun rakyat biasa mempunyai kedudukan sama di hadapan hukum.

Terlepas dari pengaruh MUBAHALA IBHRS, kejadian polisi tembak polisi di rumah polisi yang RT juga polisi tapi yang mati justru CCTV adalah suatu pertunjukkan gratis dari ALLAH SWT bahwa kita jangan sewenang-wenang kepada sesama hamba Allah mentang-mentang punya jabatan. Lambat atau cepat sebelum bertemu di pengadilan akhirat terlebih dahulu kita akan menerima tanda jadi (preskot) di muka selama hidup di dunia ini.

Lihat nasib Brigadir J saat di buka bajunya sebelum dikubur. Tubuhnya seperti habis dibelah kayak kambing qurban kemudian dijahitin sepanjang dari dadanya sampai mendekati kemaluan seperti yang beredar luas di MEDSOS. Terbayang betapa menderitanya polisi itu. Kalau polisi aja bernasib tragis seperti itu apalagi Laskar FPI yang di KM 50 …?
Cuma bedanya kematian Laskar gak ada yang di nonaktifkan. Bahkan yang disinyalir pembunuh 6 Laskar itu bisa bebas menghirup udara bebas tetapi pembunuhan Brigadir J memakan dua Jendral dan satu KOMBES. Bahkan ada lagi satu Jenderal yang dikejar oleh keluarga Brigadir J melalui pengacara mereka.

Sekali lagi TUHAN TIDAK TIDUR. Sebelum menuju ke pengadilan akhirat harus rasakan dulu ADZAB di DUNIA.

Pertunjukkan belum selesai dengan dinon aktifkan 2 Jenderal dan satu Kombes. Cerita sinetron masih berlanjut karena masih ada oknum-oknum yang terlibat belum dieksekusi. Dan ingat mereka semua belum di hukum baru sangsi kode etik. Walaupun sangsi itu tidak kalah perihnya dengan hukuman badan. Tetapi masyarakat tetap menuntut pihak-pihak yang terlibat harus di bawa ke pengadilan dan dijatuhkan hukuman seberat-beratnya tanpa pandang bulu walaupun bulu ketiak.

Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *