Misteri Kekuatan Asing yang Selalu Disalahkan Prabowo

Opini, Politik316 Views

Oleh : Rosadi Jamani (Jurnalis)

Jakarta, PBSN – Sebagai rakyat, ada baiknya sering menyimak pidato-pidato presiden kita, Pak Prabowo. Kalian akan tergugah, sekaligus muncul pertanyaan. Sebab, penguasa negeri ini sering menyebut kekuatan asing. Mari kita bedah aura kekuatan asing ini sambil seruput Koptagul.

Setiap kali Prabowo Subianto naik podium, publik sudah bisa menebak satu hal, akan ada “pihak asing” yang muncul sebagai tokoh antagonis. Entah itu “kekuatan asing”, “antek asing”, atau “pihak asing yang tidak ingin Indonesia maju”. Kata-kata itu meluncur seperti mantra sakti, seolah-olah ada sosok bayangan internasional yang setiap malam duduk di ruang gelap, merancang skenario agar Indonesia tetap miskin, lemah, dan penuh defisit. Ironisnya, di tahun 2025 saja Prabowo tercatat melakukan 34 kali kunjungan ke luar negeri. Apakah ia sedang bernegosiasi dengan musuh yang ia kutuk, atau justru sedang berfoto bersama mereka sambil tersenyum diplomatis?

Mari kita lihat data. Pada 24 Desember 2025, di Kejaksaan Agung, Prabowo berpidato lantang menyerahkan uang sitaan korupsi Rp 6,62 triliun. Di sana ia menegaskan, ada kekuatan asing yang merugikan Indonesia. Ia tidak peduli jika ditertawakan. Ia menambahkan, ada pihak asing yang tidak menghendaki Indonesia menjadi negara maju. Pernyataan ini bukan hal baru. Sejak lama, Prabowo konsisten menyebut “asing” sebagai biang kerok kebocoran anggaran dan perampokan sumber daya alam. Namun, ia tidak pernah menyebut nama negara. Tidak ada “Amerika Serikat”, tidak ada “Cina”, tidak ada “Qatar”. Hanya “asing” yang misterius, seperti hantu politik yang bisa dipakai kapan saja untuk menakut-nakuti rakyat.

Sekarang mari kita bandingkan dengan kenyataan. Sepanjang 2025, Prabowo melakukan lawatan ke Doha, Qatar pada April, lalu rangkaian kunjungan ke Timur Tengah, Amerika Latin, dan Eropa pada Juli. Pada September ia hadir di Sidang Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat, dan dalam enam hari mengunjungi empat negara sekaligus. Oktober, ia muncul di Seoul, Korea Selatan, menghadiri KTT APEC dan bertemu Perdana Menteri Selandia Baru. Terbaru beliau berkunjung Pakistan dan Rusia. Totalnya, lebih dari 10 negara dikunjungi, dengan catatan resmi menyebut angka 34 kali perjalanan luar negeri. Apakah “kekuatan asing” itu sebenarnya adalah negara-negara yang ia kunjungi? Atau justru ia sedang bernegosiasi dengan mereka sambil diam-diam mengakui bahwa tanpa “asing”, Indonesia tidak bisa berdiri tegak di panggung global?

Kita belum selesai. Tahun 2026, Prabowo merencanakan utang baru sebesar Rp 781,8 triliun untuk menutup defisit APBN Rp 638,8 triliun, setara 2,48% dari PDB. Instrumen utang itu terdiri dari Surat Berharga Negara Rp 749,2 triliun dan pinjaman luar negeri serta dalam negeri Rp 32,7 triliun. Mari kita tertawa bersama, di satu sisi Prabowo berpidato lantang melawan “asing”, di sisi lain ia justru berutang pada mereka. Apakah ini bentuk perlawanan? Atau justru bentuk cinta yang tak diakui? Nuan bayangkan, seorang tokoh yang berjanji “siap mati untuk rakyat Indonesia” ternyata harus hidup dengan napas yang dipompa oleh kredit asing. Tapi, begitulah kenyataan fiskal.

Publik pun dibuat penasaran. Siapa sebenarnya “kekuatan asing” itu? Apakah sekelompok bankir internasional yang tertawa di balik layar? Apakah negara-negara yang menerima kunjungan diplomatik Prabowo? Ataukah sekadar sosok imajiner yang diciptakan untuk membakar semangat nasionalisme? Jawabannya tidak pernah jelas, dan mungkin tidak akan pernah jelas. Justru di situlah letak kekuatan retorika ini. Ia tidak perlu menunjuk siapa pun, cukup menyebut “asing” dan rakyat akan merasa ada musuh bersama. Sementara itu, Prabowo tetap terbang ke luar negeri, menandatangani kerja sama, berutang, dan berfoto bersama para pemimpin dunia. Sebuah paradoks yang begitu indah, begitu satir, dan begitu hiperbolis, hingga kita semua bertanya-tanya: apakah “kekuatan asing” itu nyata, atau hanya bayangan yang sengaja dipelihara untuk membuat rakyat terus waspada?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *