LEBARAN ‘IDUL ADHA TAHUN INI BEDA JUGA. SIAPA LAGI YANG MAU BUNUH WARGA MUHAMMADIYAH?

Opini490 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Lebaran Haji atau Lebaran ‘idul Adha tahun ini akan berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah. Muhammadiyah telah umumkan ‘Idul Adha jatuh pada tanggal 28 Juni. Dan hari ‘Arafah jatuh pada tanggal 27 Juni. Seperti pada puasa dan ‘Idul Fitri kemarin. Cuma yang bikin ramai kalau perbedaan kemarin ada yang mengancam mau bunuh warga Muhammadiyah. Nah kira-kira saat penetapan ‘Idul Adha yang berbeda tahun ini, kira-kira masih ada lagi orang yang mau mengancam mau bunuh warga Muhammadiyah …?

Soale pengancaman kemarin belum semua orang yang mengancam itu dari instansi BRIN yang diamankan polisi. Masih ada tertinggal otak intelektualnya yakni Prof. Thomas Djamaludin. Dia yang belum tersentuh oleh hukum. Dan saat ini dalam perbedaan ‘Idul Adha ini ada gak yang si Prof dungu itu mau provokasi agar bisa membenci Muhammadiyah bahkan lebih sadis dari itu sampai ke tingkat mau membunuh. Untung prof. Dungu itu berperkara dengan Muhammadiyah yang masih menjunjung tinggi AKHLAQUL KARIMAH. Coba dengan ORMAS lain maka habis sang propesor dungu itu.

Penetapan tanggal bulan puasa dan dua hari lebaran itu. Semuanya pakai ilmu bukan pakai otot. Alhamdulillah di Muhammadiyah semua disiplin ilmu ada kecuali ilmu membuat nuklir. Banyak pakar-pakar ilmu astronomi (perbintangan) dalam Muhammadiyah. Dan mereka lulusan luar negeri semua. Kalau hanya sekedar menghadapi profesor kacang-kacangan gak bisa tandingi anak-anak muda yang pakar ilmu astronomi ini di Muhammadiyah. Maka jalan yang dipakai adalah otot. BUNUH WARGA MUHAMMADIYAH. Ingat Muhammadiyah punya jago-jago silat sampai ke tingkat pendekar. Jadi jangan coba-coba ajak main fisik ke Muhammadiyah. Gak akan lari Muhammadiyah. Musuh gak akan dicari tapi kalau jual kita borong sampai ke ampas-ampasnya.

Biasakanlah hidup dalam perbedaan. Sebab perbedaan itu rahmat. Gak usah tunjukkan merasa lebih karena dekat dengan pemegang kekuasaan. Sebab kekuasaan itu tidak abadi. Dia akan bergilir. Sekarang aja kelihatan kekuasaan ini tidak lama lagi jatuh berkeping-keping dan para pemangkunya akan nginap di hotel prodeo. Aroma PEOPLE POWER makin menyengat dan tidak akan terbendung lagi. Di mulai dari daerahnya Jokowi dan akan menjalar keseluruh Indonesia. Para pemanku kekuasaan lagi bersiap-siap mencari negara yang bisa melindungi mereka. Semua bingung karena belum ada negara yang bisa di minta suaka mereka dan keluarganya. Jika terjadi gelombang PEOPLE POWER maka negara harus sita seluruh kekayaan mereka untuk dipakai bayar hutang negara. Dan kalau ada Jendral yang melindungi mereka maka tenggelamkan sekalian.

Ini saatnya rakyat yang berdaulat yang selama ini di kencingi oleh Oligarki dan para pejabat penghianat negeri. Rakyat harus bersatu demi anak cucu kita nanti di kemudian hari. Jangan tunggu 2024. Itu kelamaan.
NOW OR NEVER AT ALL.

Nuunwalqolami wamaa yasturuun,
Wallahul Muwaffiq …
Wallahul A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *