KONTESTASI CAPRES ATAU CEPRET (CEbong kamPRET)

Opini162 Views

Oleh: Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Memang kalau orang udah panik ada-ada aja yang bisa dia lakukan. Seperti orang mau tenggelam di laut. Dia lihat ubur-ubur dianggap itu pelampung. Itu yang terjadi dengan penghuni istana laknat. Mencoba mati-matian mau menghalangi Anies jadi CAPRES gak bisa maka diambil jalan lain. Mencoba menyandingkan Anies dengan CAWAPRES pilihan istana laknat. Dengan harapan siapa tau mulus rencana ini. Anies dan para relawan gak bodoh-bodoh amat akan hal ini. Mereka semua pernah sekolah dan rajin berfikir serta punya ijazah asli bukan palsu.

Cape menghambat Anies maka dicari formula baru yakni bagaimana Anies dipasangkan dengan Ganjar Pranowo. Kalau pak tua yang jendral gak maju lagi karena faktor U. Kalau Anies suka dijuluki kampret oleh pendukung istana laknat maka dibalas mereka dijuluki cebong karena junjungannya hobbi masuk-masuk got sehingga jadi presiden. Rupanya itu jimatnya.

Wah kalau Anies mau dipasangkan dengan Ganjer maka bukan lagi namanya kontestasi capres tapi kontestasi cepret. Persoalannya apa Anies mau berpasangan dengan si tukang nonton bokep …? Nanti kalau jadi berdua Anies akan diajak dan dirusak dengan nonton bokep melulu di istana. Gak jadi Opung mau dipasangkan dengan Anies sekarang ada isu mau dipasangkan dengan saudaranya kakek SOEGIONO yang dari Jepang itu. Kalau sang kakek pelaku bokepnya, nah si rambut putih penikmat filmnya.

Mendekati PILPRES banyak yang resah dan gelisah. Mak Banteng sebagai pucuk pimpinan moncong putih aja gak mendukung si uban seperti tidak merestui kalau si rambut putih maju dalam kontestasi PILPRES karena anaknya sendiri PUAN yang dipilih untuk maju. Hanya partai-partai cebong selain PDIP yang mencalonkan si Uban jadi CAPRES. Kasihan namanya hanya populer di lembaga survei bayaran. Kadang elektabilitas namanya dengan pak tua Jendral mengungguli Anies tapi miskin pendukung dilapangan. Coba tes ombak berkunjung kedaerah-daerah tanpa pake uang kepada rakyat, kira-kira rakyat berkumpul mendukungnya ….? Mungkin banyak yang berkumpul tapi diisi oleh para jin, kunti dan suster ngesot, dll.

Dengan cara apalagi mau menghambat Anies.
Saat ini bertebaran narasi-narasi dalam film pendek di medsos membully Anies. Mulai aktif para cebong menyerang dari segala sepak terjang Anies. Sampai-sampai Anies dijalanpun di bully oleh mereka karena katanya bikin macet sebab melawan arah padahal di kawal mobil polantas. Itu artinya setoran ke cebong mulai aktif lagi. Bayangkan pendukung pak tua yang Jendralpun yang menjadi penghianat pada rakyat pendukungnyapun sudah mulai ikut-ikutan berubah jadi cebong sungguhan dengan narasi-narasi menyerang Anies. Anies tidak balas dengan narasi juga tapi hanya dibalas dengan senyum. Itu lebih tambah menjengkelkan mereka.

Yah mau pake cara bagaimanapun tetap terimalah kenyataan bahwa rakyat pengen perubahan dan kesempatan perubahan itu ada ditaruh di pundak Anies Rasyid Baswedan. Kalau anies menang gak akan diapa-apain paling hanya disuruh pindah masuk pondok di Cipinang atau di Salemba.
Selamat menyongsong perubahan. Negara maju rakyat bahagia dan makmur.

Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *