Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Orang yang terjun di dunia politik di Indonesia kalau tidak melakukan intrik-intrik yang busuk dan menjijikan bukan dinamakan politisi Indonesia. Apalagi dia sudah bergabung satu kolam dengan para cebong biadab maka intrik-intrik positif mereka udah lupa. Gak lagi berlaku sahabat atau saudara selama bisa menjegal demi keuntungan dan kesenangan pribadi akan tetap dilibas habis. Ini yang terjadi sama SANDIAGA UNO kepada Anies Baswedan.
Elektabilitas Anies makin meroket dan belum punya CAWAPRES maka SANDI berharap dia bisa seperti di DKI Jakarta dulu bisa jadi wakilnya Anies dalam kontestasi PILKADA. Namun Sandi gak punya alasan yang kuat bisa bersanding lagi dengan Anies dalam kontestasi PILPRES di 2024. Melihat peluang itu maka dia coba mau keluar dari partainya yakni Gerindra untuk pindah ke PPP. Tapi ternyata penawaran dia bakal dipilih sebagai BACAWAPRES tidak pernah ada dan dia gak jadi keluar dari partainya karena masih takut sama PRABOWO.
Karena alasan itu maka keluarlah bahasa bahwa Anies ada hutang 50M ke Sandi melalui suara orang lain.
Sandi berlagak ‘alim bahwa setelah shalat istikharah dan ngomong dengan keluarga maka HUTANG itu dianggap lunas. KEMUNAFIKAN koq bawa-bawa shalat. Itu berarti ada dong hutangnya. Kenapa setelah 5 tahun Anies menjabat jadi Gubernur di DKI dan setelah Anies sudah lolos treshold 20% tiba-tiba muncul soal hutang piutang itu. Kenapa gak dari tahun-tahun kemarin ditagih …? Itu tandanya Sandi udah jadi bagian dari kelompok oligarki yang berkolaborasi dengan istana kodok pemalsu ijazah untuk mau MENJEGAL ANIES agar gagal ikut kontestasi PILPRES di 2024.
Niat busuk kalian udah bisa terbaca dengan jelas. Perilaku kalian yang sok Islamis tidak akan membutakan rakyat Indonesia yg makin pintar cuma penakut. Harusnya kalau rezim laknat seperti ini sudah harus di hentikan dan diakhiri sejak kemarin-kemarin. Jangan tunggu sampai habis masa jabatannya. Negeri barat yang bagi Agama Islam disebut mereka tidak beriman alias kafir kepada Al-Quran tapi lebih beriman dari rakyat Indonesia yang mayoritas muslim kalau urusan ini. Jika mereka di barat menemukan rezim mereka seperti di Indonesia ini yang korup maka tidak lama rakyatnya langsung bertindak memecat pemerintahnya dan ganti dengan pemerintah yang baru yang lebih adil tidak korup.
Boleh jadi bangsa Indonesia udah berkarat hatinya sehingga mereka enjoy dengan pemerintahnya yang KORUP ini. Mereka merasa baik-baik aja melihat korupsi dimana-mana dan pelanggaran konstitusi nyata-nyata di depan matanya serta membiarkan negaranya mau di caplok oleh bangsa asing tanpa mereka harus protes karena takut dipenjarakan. Rakyat Indonesia seperti mendengar lagu pengantar tidur bila mendengarkan kepala negara berbohong. Yah yang penting sebagai rakyat yang cinta NKRI kita udah berteriak melalui medsos ini dari pada tidak sama sekali atau jadi penghianat negeri, na’udzubill
ah mindzalik.
Wallahu a’lam …










