Cerpen “Drama Cappuccino Empat Istri”

Opini, Sosial396 Views

Palembang, PBSN – Di sebuah kafe paling mahal di Palembang, tempat es teh manis dihargai setara minyak goreng 5 liter, duduklah empat perempuan. Mereka bukan geng arisan biasa, melainkan empat istri Walikota Prabumoleh, H Ruslan. Keempatnya melakukan pertemuan darurat saat suaminya dipanggil Kemendagri negeri sebelah. Karena situasi panas, inilah pertama kalinya mereka duduk bersama.

Asnah, istri tua, paling senior, langsung menyalak. “Ini semua salah kalian! Abang Ruslan itu jadi bahan ketawaan gara-gara anak Ratna ribut di sekolah. Kalau kau pandai menjaga anak, Ratna, Abang Ruslan tidak akan dipanggil Kemendagri, ditegur partai. Aku malu, malu, malu!”

Ratna, si bungsu yang glowing pakai skincare Korea, langsung pasang muka sengak. “Halah, jangan salahkan aku, Kak Asnah! Justru kakak yang tidak pandai menjaga Abang Ruslan. Coba kakak jaga dia baik-baik, nggak bakal keluar klarifikasi model lawakan. Itu bukan klarifikasi, itu stand up comedy politik!”

Timah, istri kedua, ikut nimbrung sambil nyeruput cappuccino Rp70 ribu. “Kalian berdua sama saja. Abang Ruslan jadi kacau karena Kak Asnah terlalu cerewet, Ratna terlalu manja. Paling parah si Leha! Kau cuma sibuk bikin TikTok, joget pakai filter kupu-kupu. Itu bukan menjaga citra Abang Ruslan, itu menjatuhkan!”

Leha, istri ketiga yang paling dramatis, langsung terpekik. “Astaga, kalian iri saja! Aku ini penyelamat nama Abang Ruslan lewat konten. Aku bikin hashtag #AbangRuslanStrong! Kalau tidak ada aku, netizen sudah bikin stiker WA ‘Abang Ruslan tersakiti’!”

Asnah menepuk meja sampai sendok jatuh. “Hashtag apanya! Justru gara-gara kau, rakyat bilang Abang Ruslan lebih suka jadi bintang TikTok ketimbang wali kota. Kau kira Abang Ruslan itu idol K-pop?”

Ratna ikut menimpali. “Betul! Kalau aku sih pasrah. Abang Ruslan itu kayak minyak goreng. Makin ditekan, makin naik harganya. Tapi jujur, aku kasihan. Rakyat lempar hinaan, partai kasih teguran, Kemendagri panggil sidang. Aku takut Abang Ruslan stres, lalu kawin lagi. Padahal empat istri sudah cukup bikin chaos!”

Timah mendengus. “Ah, kalau kawin lagi biar saja. Yang penting jangan kawin dengan sipir penjara. Masa tiap minggu kita jenguk Abang Ruslan sambil rebutan bawa rantang?”

Leha langsung drama, menempelkan tangan ke dada. “Aku mimpi buruk! Kita semua diarak rakyat, Abang Ruslan diikat di becak motor, kita dilempari tomat. Aku? Aku dilempar duren! Aku alergi duren!”

Ratna ngakak sampai hampir tersedak latte. “Kalau aku sih rela diarak asal naik Alphard. Sekalian live Instagram, ‘Hai guys, hari ini aku dan Abang Ruslan diarak rakyat!’ Followers naik, endorse-an banjir.”

Asnah makin gusar. “Dasar anak bawang! Jangan kira Abang Ruslan itu konten. Dia itu kepala rumah tangga kita! Aku yang paling pantas disebut penjaga Abang Ruslan, karena aku yang pertama kali dipanggil ‘Sayang’ olehnya!”

Timah mendelik. “Ngawur! Aku yang paling sering dipanggil ‘Sayang’ di telepon! Kau cuma dipanggil kalau listrik mati di rumah dinas.”

Leha teriak histeris. “Halah, kalau urusan panggilan, Abang Ruslan paling mesra sama aku. Dia bilang aku kayak bintang sinetron Indosiar!”

Ratna mendesis. “Please deh! Abang Ruslan bilang aku glowing. Itu berarti aku istri favorit!”

Pertengkaran pun pecah. Mereka saling lempar tuduhan, sambil tetap menyebut nama mesra itu: “Abang Ruslan ini gara-gara kau!” – “Bukan, salahmu yang tidak menjaga Abang Ruslan!” – “Hei, jangan tarik nama Abang Ruslan ke masalah skincare-ku!”

Kafe mendadak ricuh, lebih heboh dari debat capres. Para barista ketakutan, takut ada kursi melayang.

Sementara di luar sana rakyat menunggu hasil pemeriksaan Kemendagri, di dalam kafe itu empat istri sibuk berebut siapa yang paling berhak atas panggilan manis “Abang Ruslan.”

Yang jelas, cappuccino sudah tandas, tapi drama rumah tangga dan politik Abang Ruslan baru saja diseduh.

Disclaimer: Ini hanya fiksi tidak ada di dunia nyata.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *