Halmahera Utara – Oknum Polri kembali melakukan tindakan tidak terpuji.
Kali ini tindakan tidak terpuji oknum Polri itu menimpa mahasiswa Universitas Halmahera (Uniera) di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Disebutkan bahwa empat oknum anggota Polres Halmahera Utara ditahan setelah menganiaya mahasiswa dan menyuruhnya meminta maaf ke anjing.
Menyikapi hal itu anggota Fraksi Nasdem, DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri segera berbenah.
“Saya pikir Polri perlu segera berbenah dalam hal mindset. Polisi bukanlah pekerjaan yang lebih powerful dari yang lain. Polisi adalah pelayan masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi III itu seperti dikutip detik.com, Sabtu (8/10/22).
Kata Sahroni, polisi seharusnya melindungi dan melayani masyarakat.
Oleh karenanya menurut dia, polisi tidak semestinya membuat masyarakat takut.
“Saya kira mindset ini saja belum sepenuhnya tertanam di benak sebagian polisi di Indonesia,” imbuh Sahroni.
Ia menyebut kekerasan dalam bentuk apa pun tidak boleh dilakukan.
“Jadi untuk kasus ini saya kira sudah tepat oknum-oknumnya langsung ditahan dan diproses,” tegas Sahroni.
Senada dengan itu, anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Jazilul Fawaid mengapresiasi Polri yang melakukan tindakan tegas ke anggotanya yang melanggar disiplin.
“Kita perlu terus dukung Polri untuk melakukan terobosan baru, termasuk evaluasi menyeluruh terkait banyak kejadian yang menunjukkan beberapa anggota Polri yang tidak profesional dalam menjalankan tugas,” imbuh Jazilul.
Sementara itu Kabid Humas Polda Malut Kombes Michael Irwan Thamsil mengatakan bahwa 4 oknum Polres Halmahera Utara itu telah ditahan.
Keempatnya diduga menganiaya seorang mahasiswa Universitas Halmahera (Uniera) bernama Yulius Yatu alias Ongen.
“Empat anggota Samapta Polres Halmahera Utara diduga terbukti melanggar kode etik Polri kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres,” kata Kombes Michael Irwan Thamsil, Jum’at (7/10/22).
Empat oknum anggota Polres Halmahera Utara itu ditahan karena diduga menganiaya mahasiswa bernama Yulius Yatu lantaran tersinggung atas postingan korban di medsos, sehingga korban diseret di rumahnya dan disuruh meminta maaf kepada anjing.
(Red/Sumber)






