RR SEBUT JOKOWI GAGAL WUJUDKAN INDONESIA MANDIRI DI BIDANG EKONOMI

News203 Views
Jakarta – Begawan Ekonomi, Rizal Ramli mengatakan pemerintahan Jokowi saat ini tidak berhasil membangun kemandirian bangsa.
“Pemerintahan Presiden Jokowi hanya lipstik. Misalnya dia bilang bahwa pemerintahannya melarang impor. Namun yang terjadi Presiden Jokowi mengangkat Menteri Pertanian maupun Menteri Perdagangan yang doyan impor. Jadi, pernyataan Jokowi itu lipstik karena dalam praktiknya malah yang terjadi adalah sebaliknya,” ujar mantan Menko Perekonomian itu seperti dikutip Indonesia, (5/2/23).
RR pun mencontohkan Menteri Perdagangan yang melakukan impor bawang putih yang nilainya mencapai triliunan rupiah sehingga keuntungannya juga bisa dibagi-bagi.
“Presiden Jokowi selalu memilih menteri Pedagangan yang doyan impor. Jadi 8 tahun pemerintahan Jokowi bukan penguatan tapi kemunduran ekonomi kita,” katanya lagi.
RR juga mengatakan bahwa Indonesia kini mengimpor minyak bumi 1,3 juta barel per hari.
Selain kebijakan yang doyan impor, Indonesia juga memiliki ketergantungan pada utang sehingga mencapai hampir Rp8 ribu triliun.
“Bunganya mencapai Rp540 triliun dan pokoknya mencapai Rp400 triliun. Dan untuk membayar bunga utang tersebut kita harus mengutang. Karena itu, hal ini bukan lagi ‘gali lobang tutup lobang, tapi gali lobang tutup jurang,” bebernya.
Selanjutnya Mantan Penasihat Ekonomi Fraksi ABRI di DPR/MPR RI itu mengatakan, untuk menutup defisit anggaran tersebut pemerintah memerintahkan Bank Indonesia mencetak uang.
“Tahun 2022 misalnya, BI mencetak uang sebanyak Rp130 triliun,” imbuhnya.
Selain itu sebut RR, Pemerintah menjual Surat Utang Negara (SUN) dan meminjam duit dana haji.
“Jadi ilmu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) hanya bisa utang dan menaikkan pajak buat rakyat. Seperti menaikkan harga BBM, menaikkan tarif BPJS. Tapi dia tidak mau menaikkan pajak PPN. Sebelumnya, dia mau naikkan pajak PPN menjadi 15 persen, namun karena ada desakan masyarakat maka dia hanya menaikkan menjadi 11 persen. Jadi, pemerintah sebelum mengeluarkan kebijakan dia tes dulu. Kalau ditolak maka sebuah kebijakan tidak jadi diambil. Seperti kompor listrik misalnya,” ucapnya.
Karena itu, menurut RR, seharusnya masyarakat tidak boleh diam saja termasuk media juga harus menyuarakan hal ini secara lebih kencang.
“Jadi kembali lagi bahwa ekonomi kita saat ini lagi sakit. Bukan karena ekonomi dunia lagi sakit, tapi karena kita tidak sanggup menyelesaikan masalah, terutama masalah rakyat,” pungkasnya.
(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *