RR DAN MAHFUD MD SALING SINDIR DI MEDIA SOSIAL

News323 Views

Jakarta – Ucapan saling sindir antara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli (RR) panas di media sosial

Terbaru, Mahfud MD menuding RR sebagai sosok yang ngawur dan bodoh.

“Ternyata Rizal Ramli ini makin ngawur dan bodoh. Tunjukkan, kapan sy bilang bhw setiap orang yg masuk kekuasaan menjadi iblis. Gobloklah pernyataan tsb. Kapan dan dimana sy bilang bgt?. Ayo. Sy bilangnya bukan bgt lah tp beginiπŸ‘‡πŸΌ | Konfrontasi,” cuit Mahfud di akun Twitternya @mahfudmd, Rabu (4/1/23).

Pernyataan Mahfud MD itu merupakan jawaban pernyataan RR terkait persoalan Perppu Ciptaker.

RR mencuitkan potongan pernyataan yang diduga dilontarkan Mahfud soal ‘malaikat yang masuk lingkaran kekuasaan bisa menjadi iblis’ di akun Twitter pribadinya @RamliRizal. Rizal mencuitkan hal tersebut menyikapi pernyataan Mahfud terkait Perppu Ciptaker.

Mahfud kemudian menjelaskan maksud pernyataan ‘malaikat akan menjadi iblis bila masuk ke sistem Indonesia’ itu diucapkannya di masa lalu dalam konteks evaluasi sistem Pilkada. Sebab, menurutnya, sistem yang ada mendorong kandidat untuk melakukan tindakan korupsi.

Ucapan Mahfud yang menjadi pemberitaan media massa itu dilontarkannya saat masih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2012 silam

“Waktu itu yang saya bilang, Jika sistem Pilkada tidak diubah maka “malaikat pun kalau masuk ke dalam sistem Indonesia bisa jadi iblis”. Waktu itu (2012) sebagai Ketua MK saya sampaikan itu sebagai usul agar sistem Pilkada diubah, sebab sistem yang ada mendorong kepala daerah korupsi sehingga banyak yang masuk penjara,” cuit Mahfud lagi.

Mahfud mengaku selama ini memang sengaja diam ketika dikritik RR. Namun, ia menuding itu semakin ngawur.

“Anda RR merajalela ngawurnya karena didiamkan sehingga merasa pintar. Saya tahulah Anda itu siapa. Sebodoh apa pun tak mungkinlah, selama punya otak, kita mengatakan bahwa orang yang masuk kekuasaan jadi iblis,” kata Mahfud.

“Saya tidak antikritik. Tapi kalau orang menjawab dan mengkritik balik jangan dituding antikritik, ya,” tambahnya.

RR mengaku tidak peduli dianggap Mahfud sebagai sosok yang ngawur dan bodoh. Ia hanya mengatakan tak perlu meladeni cuitan pedas Mahfud tersebut.

RR juga menyindir Mahfud yang merupakan mantan Ketua MK justru melemahkan putusan MK soal UU Cipta Kerja. Ini seiring terbitnya Perppu cipta kerja untuk menggugurkan status inkonstitusional bersyarat yang ditetapkan MK .

“Wong ndak usah diladeni,, wong panik karena membela yang tidak benar πŸ˜„πŸ˜„
Mantan Ketua Hakim MK kok melemahkan Keputusan MK soal Omnibus Law, dgn mendukung Perpu, hanya untuk sekedar menjilat Presiden. Logika kemana, integritas dimana πŸ˜„πŸ˜„ ?”cuit RR, Kamis (5/1/23).

Mahfud dan RR pernah berada dalam satu kabinet di masa Kepresidenan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Di era itu, Mahfud merupakan Menteri Pertahanan lalu Menkumham. Sementara RR adalah Menko Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) lalu digeser ke Menteri Keuangan.

Keduanya tak berada dalam kabinet lagi setelah Gus Dur dimakzulkan MPR lalu digantikan Megawati Soekarnoputri yang memimpin Kabinet Gotong Royong.

Mahfud kemudian menjadi hakim konstitusi, dan terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi hingga jabatannya berakhir pada 2013 silam. Dia kemudian didapuk menjadi Menko Polhukam pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu, RR pernah menjadi Menko Maritim secara singkat pada periode pertama pemerintahan Jokowi.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *