Momen Pergantian Tahun, Asprindo Gelar Doa dan Zikir Bersama di Graha Jorindo

News, Sosial410 Views

Jakarta, PBSN – Bertempat di Graha Jorindo, Asosiasi Penguasa Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) kembali menggelar acara zikir dan berdoa bersama pada momen menyambut tahun baru. Kali ini, doa dikirimkan untuk mempercepat pemulihan pasca bencana di Sumatera, terutama di wilayah Aceh, yang telah merenggut lebih dari seribu nyawa, selain memohonkan kemajuan dan kebangkitan kembali roda ekonomi masyarakat yang terkena dampak banjir bandang.

Sekjen Asprindo, Ana Mustamin menjelaskan acara doa dan zikir bersama ini merupakan kegiatan tiap tahun, yang digagas oleh Jose Rizal selaku Ketum Asprindo.

Setelah berdoa, digelar acara hiburan yang melibatkan tak hanya para pekerja Jorindo Group tapi juga keluarga besar Asprindo, para sahabat dan anggota Asprindo, hingga masyarakat sekitar kantor Asprindo di Jalan Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Acara utamanya memang doa dan zikir. Untuk acara hiburan ini, memang dilakukan agar keluarga besar Jorindo Group, relasi, sahabat, dan masyarakat sekitar bisa bersilaturahmi dan bergembira bersama,” kata Ana, Kamis (1/1/2026).

Ia pun mengharapkan, kegembiraan yang dirasakan oleh setiap orang di Graha Jorindo, bisa menjadi awal yang baik untuk menjalani tahun 2026.

“Untuk perekonomian makro Indonesia, pastinya, kami mengharapkan yang terbaik bagi negara dan bangsa ini. Apalagi, Indonesia ini baru saja menangis akibat bencana ekologis yang menerpa tiga provinsi di Sumatera,” ungkapnya.

Ana mengharapkan pemerintah, tak hanya mengeluarkan target-target dalam bidang ekonomi saja, tapi harus mempersiapkan langkah strategis dalam mencapai target yang diucapkan tersebut.

“Pemerintah ingin pertumbuhan ekonomi di enam persen. Tapi saya belum melihat adanya kesesuaian antara apa yang diucapkan oleh presiden, dengan apa yang dilakukan di lapangan. Untuk itu, saya menaruh harapan besar pada Menteri Keuangan Purbaya, agar bisa menyusun kebijakan, program, yang lebih memihak kepada masyarakat kecil dan pengusaha kecil atau UMKM,” ungkapnya.

Karena, lanjut Ana, pembangunan bisa memberikan dampak optimal kepada masyarakat jika pembangunan itu dimulai dan melibatkan masyarakat menengah ke bawah dan para pengusaha lokal skala kecil. Harapannya, akan terbentuk suatu ekosistem usaha yang mampu menghasilkan lapangan pekerjaan berkualitas, dengan tingkat pendapatan pekerja yang lebih tinggi dibandingkan kebutuhan hidup.

“Kalau hanya melibatkan pelaku usaha yang besar saja atau hanya berdampak pada segelintir orang saja, tidak akan bisa menciptakan suatu ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak luas. Akhirnya, ekonomi tercatat meningkat tapi daya beli masyarakat tetap lemah,” ungkapnya lagi.

Dan, tegasnya, perencanaan pembangunan haruslah didasarkan pada kajian sains, untuk memastikan tidak akan ada dampak buruk pada lingkungan, yang ujungnya berpotensi menyebabkan kerusakan ekosistem dan bencana ekologis.

“Pengusaha memang harus melakukan terobosan, jangan hanya bergantung pada pemerintah. Tapi pemerintah juga memiliki kewajiban untuk menciptakan suatu ekosistem kerakyatan, sehingga aktivitas dan pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia secara berkeadilan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *