Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ditargetkan selesai dalam kurun waktu 10-15 tahun kemudian.
“Sekarang kita eksekusi dan sudah dimulai. Insya Allah bisa dalam 10 tahun, bisa 15 tahun akan selesai dan Ibu Kota kita di Nusantara,” ujar Jokowi saat menghadiri acara Istigasah dan doa bersama yang digelar oleh Rabithah Melayu-Banjar di Tabalong, Kalimantan Selatan yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jum’at (17/3/23).
Jokowi menjelaskan urgensi pemindahan Ibu Kota Negara karena 150 juta penduduk Indonesia selama ini terkonsentrasi di Pulau Jawa selama ini.
Selain itu kata dia, perputaran uang dan ekonomi Indonesia sebesar 58 persen berada di Pulau Jawa.
Padahal, lanjut dia, Indonesia memiliki banyak pulau-pulau lain dan tak hanya Pulau Jawa.
“Terus 17 ribu pulau yang lain dapat apa. Iya ndak? Oleh sebab itu, perlu yang namanya pemerataan bukan Jawa sentris tetapi Indonesia sentris,” ujarnya lagi.
Jokowi menambahkan bahwa gagasan pemindahan Ibu Kota Negara sudah lama dipikirkan oleh Presiden pertama RI Sukarno.
Kala itu, ia mengatakan Sukarno berkeinginan agar Ibu Kota Negara pindah ke Kalimantan pada tahun 1960. Jokowi menyayangkan gagasan itu kemudian tak terealisasi.
Sebagaimana diketahui IKN Nusantara berada di Provinsi Kalimantan Timur dan diproyeksikan akan menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia.
(Red)












