Dubes Iran : Permusuhan AS Terhadap Iran Sangat Panjang

News, Politik437 Views

Foto : dok. Aan

Jakarta, PBSN – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menyatakan negaranya tak pernah menolak untuk melakukan perundingan. Namun, ia menegaskan, dalam perundingan, semua pihak haruslah benar-benar saling percaya dan bisa menepati perkataannya.

“Saya rasa pihak manapun yang mengenal politik, pentas politik, mengetahui bahwa dasar pertama dari negosiasi adalah membangun kepercayaan, yang dinilai dari berbagai jenis komitmen,” kata Dubes Boroujerdi pada awak media di Kedubes Iran, Jakarta, seperti dikutip PBSN, Selasa (3/3/2026).

Ia menegaskan, bahwa selama ini Iran telah berkomitmen untuk mengikuti rangkaian negosiasi. Namun, pada akhirnya, pihak Amerika Serikat lah yang melakukan pelanggaran atas negosiasi tersebut.

“Kami sudah bersepakat dengan Amerika terkait fasilitas nuklir Iran. Kami sudah melakukan 5 putaran kesepakatan, sudah sangat dekat, di putaran ke enam, zionis Israel menyerang kami. Kali ini juga begitu, sudah 2 putaran, di putaran ketiga, kami kembali diserang. Kalau ini terjadi pada anda, apakah anda akan percaya lagi?” ujarnya.

Dubes Boroujerdi menegaskan bahwa negaranya tidak akan menolak perundingan yang diajukan, namun harus ada jaminan, tak ada penipuan di dalamnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa permusuhan yang ditunjukkan oleh Amerika Serikat kepada Iran, telah terjadi sepanjang sejarah Iran. Salah satunya, dengan membangun Islam-phobia dan membangun beberapa kelompok teroris.

“Sejak tahun 2010, Amerika Serikat telah memberlakukan berbagai sanksi yang sangat berat terhadap Iran,” ujarnya lagi.

Dan pada tahun 2024, AS telah memprovokasi Israel untuk menyerang konsulat milik Iran di salah satu negara sahabat. Yang ujungnya, pada 26 Oktober 2024, Amerika mendorong rezim zionis Israel untuk menyerang aspek ekonomi dan masyarakat sipil Iran.

Pada Juni 2025, atas dukungan dan persenjataan dari AS, Israel menyerang Iran selama 12 hari yang menimbulkan korban pada pejabat senior dan masyarakat Iran. Selain itu, mereka juga menyerang fasilitas nuklir Iran, yang berada dalam pengawasan IAEA.

“Amerika Serikat dan rezim zionis Israel, dengan berkedok membela rakyat serta menyebarkan nilai-nilai demokrasi dan HAM, telah menyalahgunakannya sebagai alat politik untuk menekan negara lainnya,” tandasnya. Beb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *