AKSINYA TAK DIRESPON ISTANA, BEM SI KERAKYATAN BAKAL GELAR SIDANG RAKYAT I PADA 20 OKTOBER

News1427 Views

 

Jakarta – Aksi demonstrasi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Jumat (30/9/2022), tidak ditanggapi oleh Presiden Joko Widodo ataupun pihak Istana Negara.
Dalam unjuk rasa tersebut BEM SI Kerakyatan menyampaikan sejumlah tuntutan seperti meminta pemerintah membatalkan pasal-pasal bermasalah di RUU KUHP, menuntaskan kasus pelanggaran HAM Munir, hingga menolak kenaikan harga BBM.
Namun setelah berunjukrasa dari pukul 15.45 WIB hingga 17.55 Presiden Jokowi atau perwakilan dari Istana Negara tidak ada satupun yang menemui mereka.
“Oleh karena itu kita perlu gencarkan nafas panjang dan semangat kita menjadi berlipat ganda hingga mencapai pada puncak pengkhianatan rezim sebagai tanda kedaruratan untuk melawan pengkhianatan rezim atas rakyatnya,” kata Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Abdul Kholiq seperti dikutip Konfrontasi, Jum’at (30/9/22).
Abdul Kholiq mengatakan pihaknya bakal menggelar Sidang Rakyat l pada 20 Oktober 2022 mendatang sekaligus meminta Presiden Joko Widodo untuk hadir.
“Pertama, memberikan peringatan kepada Presiden Jokowi untuk hadir pada Sidang Rakyat tanggal 20 Oktober 2022 di Jakarta,” katanya.
Kemudian BEM SI Kerakyatan juga menyampaikan sejumlah tuntutannya diantaranya, memprioritaskan penggunaan APBN untuk kepentingan rakyat.
“Di tengah krisis seperti program subsidi BBM dibandingkan memprioritaskan berbagai proyek strategi nasional yang minim urgensi,” ujarnya lagi.
Pihaknya juga menolak, pengadaan infrastruktur yang membuka lahan masyarakat, namun tak berkeadilan.
Lalu meminta pemerintah melakukan perubahan terhadap Undang-Undang KPK dan mengembalikan penegakannya seperti awal.
“(Kami juga) menolak komersialisasi pendidikan secara institusional dan menyeluruh, khususnya di perguruan tinggi,” tegas Abdul.
Ricuh
Aksi demonstrasi BEM SI Kerakyatan sempat diwarnai aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. Salah satu polisi yang berjaga di lokasi terluka di bagian wajah akibat insiden tersebut.
Pantauan di lokasi, suasana mulai memanas sekitar pukul 17.40 WIB, saat seorang orator memprovokoasi massa mahasiswa untuk memblokade jalan sambil berteriak “Mundur…mundur!”
Sontak, aparat kepolisian yang berjaga di lokasi langsung menahan barisan massa. Polisi mendorong massa untuk minggir ke sisi jalan. Tujuannya, agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Tiba-tiba suasana menjadi semakin panas saat mahasiswa dan polisi saling sikut. Seorang petugas kepolisian terpantau mengalami luka di bagian wajah tepatnya di bagian kening.
Petugas kepolisian itu langsung ditarik polisi lainnya untuk diamankan. Setelah itu, seorang polisi lainnya berteriak ke arah mobil komando sambil emosi.
“Ini anggota saya. Luka wajahnya, kalian apain? Tanggung jawab! Siapa yang pukul, tanggung jawab!,” ujar polisi tersebut.
(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *