PENTAGON PRIHATIN ATAS SERANGAN UDARA TURKI DI SURIAH UTARA

Internasional236 Views

Washington DC – Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) menyatakan keprihatinannya tentang serangan udara Turki di Suriah Utara.

Pasalnya menurut Pentagon serangan itu menimbulkan ancaman bagi personel Amerika Serikat (AS) dan merusak perang melawan kelompok teroris Daesh/ISIS.

“Serangan udara baru-baru ini di Suriah secara langsung mengancam keselamatan personel AS yang bekerja di Suriah dengan mitra lokal untuk mengalahkan ISIS dan mempertahankan tahanan lebih dari sepuluh ribu tahanan ISIS,” kata Juru Bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Anadolu Agency, Kamis (24/11/22).

Ryder mengatakan AS mengakui masalah keamanan yang sah dari Turki dan menambahkan pihaknya akan terus berdiskusi dengan Turki dan mitra lokalnya untuk mempertahankan gencatan senjata.

Pada Minggu pagi, Ankara meluncurkan Operasi Claw-Sword, kampanye udara lintas batas melawan kelompok teror YPG/PKK yang memiliki tempat persembunyian ilegal di perbatasan Irak dan Suriah di mana mereka merencanakan serangan di tanah Turki.

Ryder mengatakan Pentagon “sangat prihatin dengan meningkatnya tindakan di Suriah utara, Irak, dan Turki.

Dia menambahkan bahwa eskalasi tersebut mengancam kemajuan Koalisi Global untuk mengalahkan ISIS selama bertahun-tahun untuk menurunkan dan mengalahkan ISIS.”

Dia juga mengatakan bahwa “tindakan militer yang tidak terkoordinasi” dapat mengancam kedaulatan Irak.

“De-eskalasi segera diperlukan untuk mempertahankan fokus pada misi kekalahan-ISIS dan memastikan keselamatan dan keamanan personel di lapangan yang berkomitmen untuk misi kekalahan-ISIS,” kata Ryder.

“Kami mengutuk hilangnya nyawa warga sipil yang terjadi di Türkiye dan Suriah sebagai akibat dari tindakan ini dan menyampaikan belasungkawa kami. Kami juga prihatin dengan laporan tentang penargetan infrastruktur sipil yang disengaja,” tambah dia.

Serangan udara tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas serangan teroris YPG/PKK pada 13 November di Istiklal Avenue yang ramai di Istanbul yang menewaskan enam orang dan menyebabkan 81 lainnya luka-luka.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan sebelumnya bahwa lebih dari 250 teroris telah “dilumpuhkan” dalam serangan udara Turki.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed