PBB SEBUT KONFLIK DI YAMAN HANCURKAN KEHIDUPAN RAKYAT

Internasional163 Views

New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kembalinya pertikaian di Yaman akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi rakyat negara yang dilanda perang itu setelah gencatan senjata secara nasional berakhir pada 2 Oktober.

Pihak yang berperang di Yaman gagal mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata yang ditengahi PBB pada bulan April.

Direktur Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Reena Ghelani mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa setiap eskalasi pertempuran akan membuat Yaman kembali ke titik awal.

“Orang-orang di Yaman perlu kembali ke keadaan normal sehingga mereka dapat membangun kembali kehidupan mereka yang retak,” ujar Ghelani seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu (23/11/22).

Ghelani mengatakan ancaman kelaparan terus menghantui lebih dari setengah populasi di Yaman dan 17 juta orang masih belum tahu di mana mereka akan mendapatkan makanan selanjutnya.

Senada dengan itu, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg mengatakan Houthi telah melakukan serangan dalam beberapa pekan terakhir terhadap terminal minyak dan pelabuhan di provinsi Hadramawt dan Shabwa, serta merampas sumber pendapatan utama pemerintah dalam mengekspor minyak.

”Serangan ini yang terakhir terjadi kemarin di Pelabuhan Al-Dabba di Hadramawt memiliki dampak ekonomi yang signifikan, dan berisiko memicu spiral eskalasi militer dan ekonomi’,” kata Grundberg.

Dia meminta para pihak untuk segera mencapai kesepakatan untuk memperbarui gencatan senjata.

Perang saudara dimulai pada September 2014, ketika pemberontak Houthi yang didukung Iran merebut sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sana’a.

Sebuah koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi memasuki perang pada awal 2015 untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah sebelumnya.

Konflik delapan tahun telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang berisiko berhadapan dengan kelaparan.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *