NATO MINTA SEMUA PIHAK YANG BERTIKAI DI KOSOVO UTAMAKAN DIALOG

Internasional361 Views

Brussels – Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan bahwa dia telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic tentang ketegangan di utara Kosovo.

“Semua pihak harus secara konstruktif berpartisipasi dalam dialog yang dimediasi UE dan menyelesaikan perbedaan melalui diplomasi,” ujar Stoltenberg seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu (3/8/22).

Dia juga mengatakan bahwa Pasukan NATO di Kosovo (KFOR) siap untuk campur tangan jika stabilitas terancam.

Menyusul meningkatnya ketegangan di Kosovo, NATO-KFOR membuat pernyataan pada 1 Agustus, menyatakan bahwa situasi keamanan di utara Kosovo tegang.

“KFOR memantau situasi dengan cermat dan siap untuk campur tangan jika stabilitas terancam,” ujarnya lagi.

Setelah diumumkan bahwa setiap orang, termasuk orang Serbia yang tinggal di Kosovo, akan diminta untuk memiliki kartu identitas dan plat Kosovo, orang Serbia di Kosovo menutup penyeberangan perbatasan di utara negara itu pada malam tanggal 31 Juli.

Pemerintah Kosovo juga memutuskan untuk menunda implementasi, yang menyebabkan krisis dengan Serbia, hingga 1 September, setelah semua barikade yang ditempatkan di jalan-jalan menuju gerbang perbatasan dengan Serbia dihilangkan.

Serbia menganggap Kosovo, yang mendeklarasikan kemerdekaannya secara sepihak pada 2008, sebagai wilayahnya.

Proses Dialog Beograd-Pristina, yang dimulai pada tahun 2011 di bawah mediasi Uni Eropa (UE), bertujuan untuk menormalkan hubungan dan pada akhirnya saling mengakui satu sama lain.

Proses dialog antara Kosovo dan Serbia sering terputus karena berbagai alasan, seperti ketegangan pada malam 31 Juli.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *