Washington DC – Juru bicara Keamanan Nasional John Kirby mengatakan bahwa agresi China terhadap militer Amerika Serikat (AS) di sekitar kawasan Taiwan dan Laut China Selatan semakin intensif.
Kirby mengutip dua insiden spesifik: pencegatan udara pada akhir Mei di mana jet tempur J-16 China melakukan “manuver agresif yang tidak perlu” di Laut China Selatan, dan insiden lain di Selat Taiwan di mana sebuah kapal perang China terlibat.
AS menyebut tindakan China itu sebagai “interaksi maritim yang tidak aman” dengan menyeberang ke depan haluan kapal Amerika pada jarak 150 yard.
“Ini hanya bagian, sekali lagi, dari meningkatnya agresivitas China yang sedang kami hadapi, dan kami siap untuk mengatasinya,” kata Kirby seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa (6/6/23).
“Kami terbang, kami berlayar, kami beroperasi di wilayah udara internasional dan perairan internasional, dan kedua insiden tersebut sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional,” tutur dia.
Dia mengatakan militer China tidak perlu “bertindak seagresif yang mereka lakukan itu.”
Kirby menyebut keterlibatan kapal perang China itu “tidak aman” dan “tidak profesional”.
Jubir AS itu juga mengatakan bahwa Washington mendesak otoritas China untuk “membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana mereka beroperasi di wilayah udara dan laut internasional.
(Red/Sumber)






