ERDOGAN KECAM SIKAP BERMUSUHAN YUNANI TERHADAP IMIGRAN

Internasional982 Views

Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Yunani atas sikap bermusuhan mereka terhadap para migran.

“Sikap tetangga barat kita Yunani terhadap para migran kini telah mencapai tingkat kebrutalan,” kata Erdogan dalam pidatonya di kongres perdana Konferensi Yurisdiksi Konstitusional Dunia Islam di Istanbul seperti dikutip Anadolu Agency, Jum’at (23/12/22).

Erdogan juga mengeluhkan negara-negara Barat tidak menanggapi “kebrutalan Yunani ini.

“Kami semua sangat sedih dengan ketidakpedulian terhadap situasi yang menyayat hati dari garis perbatasan dan tempat penampungan pengungsi yang menyerupai kamp Nazi,” katanya lagi.

“Pendekatan serupa juga dapat dilihat dalam perang melawan teroris dengan bersembunyi di balik frase “pencari suaka politik” untuk menampung teroris, tambahnya.

Erdogan mengatakan negara-negara Barat dan beberapa institusi yang menutup pintu mereka bagi para migran dari Suriah, Irak, dan Afrika menunjukkan “tingkat toleransi yang tinggi terhadap kelompok teroris PKK dan FETO.”

“Kelompok teror separatis PKK memang membiayai serangannya ke Suriah, Irak, dan Turki dengan menerima dan mengumpulkan sumbangan dari negara-negara tersebut setiap tahun,” terang Erdogan.

Dia jug menyebut negara-negara dan institusi Barat mengangkat suara mereka tentang “tragedi kemanusiaan di Suriah, hanya ketika para pengungsi mengetuk pintu mereka.

Alih-alih menemukan solusi untuk krisis, reaksi mereka ditunjukkan dengan mengurung para migran di balik pagar kawat berduri, kata presiden.

“Demi kemakmuran, keselamatan, dan keamanan mereka sendiri, mereka yang mengabaikan orang tertindas di luar perbatasan mereka telah menampilkan “contoh fasisme yang paling primitif,” tegas Erdogan.

Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turkiye, PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa serta bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

Organisasi Teroris Fetullah (FETO) pada 15 Juli 2016, melakukan kudeta di Turki, di mana 251 orang tewas dan 2.734 terluka.

Ankara menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *