London – Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, dan Spanyol menyerukan diakhirinya agresi pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina , dan diakhirinya kekerasan di Israel dan wilayah pendudukan Palestina.
Dalam pernyataan bersama 6 negara Eropa, dilaporkan bahwa peningkatan kekerasan baru-baru ini di Israel dan wilayah pendudukan Palestina mengkhawatirkan.
Dalam pernyataan mengutuk serangan yang menewaskan dua warga Israel di Tepi Barat pekan lalu.
Disebutkan bahwa terorisme tidak dapat dipertahankan dalam keadaan apapun.
“Kami juga mengutuk keras tindakan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina dan rumah mereka. tanpa diskriminasi,” demikian bunyi pernyataan enam negara Eropa seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (4/3/23).
Ditekankan bahwa peristiwa dan hilangnya nyawa hanya akan menyebabkan lebih banyak kekerasan, dicatat bahwa mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban di hadapan pengadilan.
“Semua tindakan sepihak yang mengancam perdamaian dan mempromosikan kekerasan harus dihentikan,” tegasnya.
Dalam pernyataan itu mereka mengingatkan bahwa para pihak membuat keputusan yang menjanjikan untuk perdamaian abadi selama pertemuan diadakan di Yordania pada 26 Februari lalu.
Dalam pernyataan 6 negara yang mendesak para pihak untuk tidak menyerah pada keputusan mereka seperti mengurangi ketegangan dan bekerja untuk perdamaian permanen,
“Tidak ada hasil yang diinginkan selain perdamaian permanen. Kami menegaskan kembali penentangan kami terhadap semua langkah sepihak yang akan merusak solusi dua negara, termasuk perluasan pemukiman, yang juga ilegal berdasarkan hukum internasional,” kata pernyataan bersama itu.
Pernyataan tersebut mendesak pemerintah Israel untuk mempertimbangkan kembali keputusannya untuk mendirikan permukiman baru di Tepi Barat dan melegalkan permukiman di sana.
(Red/Sumber)






