Lulusan Texas, Eks Petinggi Pajak Ini Tikus Got Gorong-gorong Juga

Hukrim, News30 Views

Jakarta, PBSN – Dari pagi tadi saya udah membuat senyam-senyum melihat tingkah anak negeri. Kali ini sebaliknya, kalian wajib marah, bila perlu siapkan air liur untuk meludahi wajahnya. Pentolan pejabat kantor pajak, lulusan University of Texas, eh ternyata T3G alias Tikus Got Gorong-gorong juga.

Muhamad Haniv. Lahir 1 Januari 1970, lulusan SMAN 1 Jakarta Budi Utomo, STAN, UI, University of Texas, sampai doktor IPB. Otak setinggi langit, nurani lebih busuk dari bangkai di got. Dari 2011–2015 dia Kakanwil DJP Banten, lalu 2015–2018 naik jadi Kakanwil DJP Jakarta Khusus. Kursi kekuasaan di wilayah paling basah, penuh wajib pajak besar. Tugasnya mengawal uang rakyat. Kenyataannya dia jadi calo sponsor fashion show anaknya sendiri, Feby Paramita, pemilik merek FH Pour Homme.

Pada 5 Desember 2016 pejabat tinggi pajak ini dengan tenang mengirim email ke bawahannya, Kepala KPP Penanaman Modal Asing 3. Isinya permintaan hina, carikan “dua atau tiga perusahaan yang kenal dekat saja”, setor uang ke rekening anaknya. Proposal cantik, nomor rekening BRI, nomor HP, nominal Rp 150 juta. Fashion show harus digelar. Hasilnya masuk Rp 387–400 juta dari wajib pajak di wilayahnya sendiri, plus Rp 300–417 juta dari luar. Total Rp 700–804 juta. Perusahaan-perusahaan itu mengaku tidak dapat apa-apa.

Itu baru selingan. Total gratifikasi yang diduga dia telan mencapai Rp 20,7 sampai 21,56 miliar. Valas lewat money changer Rp 6,66 miliar. Aliran lewat perantara BSA yang disimpan di deposito BPR sampai Rp 14 miliar. Uang kotor yang tidak bisa dijelaskan. Sementara rakyat digiring seperti ternak ke kantor pajak. Diblokir rekening, diancam surat paksa, dipermalukan di depan umum hanya karena menunggak beberapa juta. Pedagang kaki lima, karyawan yang gajinya dipotong PPh, orang tua yang memotong makan anak supaya bisa bayar pajak. Mereka disuruh patuh. Mereka disuruh jujur. Mereka disuruh “bayar untuk negeri”. Sementara si pejabat digaji dari keringat mereka sibuk mengatur aliran uang ke rekening anak dan deposito pribadi.

LHKPN-nya sudah membeberkan wajah asli. Saat masih menjabat, harta yang dilaporkan Rp 19,5 sampai 19,98 miliar. Dua belas bidang tanah dan bangunan di Bekasi, Bogor, Tangerang, Jakarta Selatan. Empat kendaraan, dua di antaranya Mercedes-Benz. Kas miliaran. Semua “hasil sendiri”, katanya. Bohong besar. Pejabat pajak yang hidup mewah dari uang rakyat, lalu masih menjual pengaruhnya demi fashion show anak yang sekolah mode di Esmod, Melbourne, RMIT. Brand berdiri sejak 2015, tepat ketika ayahnya duduk di kursi kekuasaan. Timing yang menjijikkan.

Sudah tidak aktif sejak 18 Januari 2019. Ditetapkan tersangka 12 Februari 2025. Dicekal ke luar negeri. Diperiksa berkali-kali. Baru 19 Agustus 2026 dia ditahan. Dua puluh hari di Rutan Gedung Merah Putih. Rompi oranye. Bungkam ketika digiring. Tentu saja bungkam. Mulutnya penuh kotoran. Apa yang mau dikatakan? “Maaf, saya hanya minta sponsor”? Atau “valas itu hadiah teman”? Rakyat yang sudah diperas habis-habisan, yang setiap tahun diancam denda dan bunga, harus melihat wajah busuk ini tenang selama bertahun-tahun sebelum masuk sel.

Ini bukan gratifikasi. Ini penghinaan berlapis terhadap setiap orang yang antre di KPP, yang takut surat teguran, yang memotong makan supaya bisa bayar pajak. Penghinaan terhadap negara yang memakai uang rakyat untuk menggaji tikus seperti dia. Kalau darah sudah mendidih melihat pegawai pajak korupsi, itu wajar. Mereka penjaga gudang paling rakus mencuri. Dia T3G yang memakai jas dan title. Selama sistem masih membiarkan orang seperti Muhamad Haniv duduk nyaman, rakyat akan terus diminta patuh plus diuber-uber. Sekarang, fokus lihat wajahnya, go ahead, cuih.

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *