Reshuffle DPW Sulsel, Ketum Asprindo: Potensi Ekonomi Harus Dirasakan Pengusaha Lokal

PBSNIndonesia – Makassar (20 Juli 2026), Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) secara resmi melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan periode 2025-2030, hasil perombakan pengurus dan penggantian Ketua DPW Sulsel yang meninggal dunia pada Maret 2026 lalu. Acara pelantikan berlangsung Minggu malam, 19 Juli 2026 di Hotel The Rinra Makassar, dihadiri ratusan pengusaha, akademisi, serta unsur Forkopimda, termasuk perwakilan dari Gubernur Sulawesi Selatan dan walikota Makassar.

Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPP ASPRINDO, Jose Rizal, didampingi Anggota Dewan Pembina DPP ASPRINDO, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang juga sekaligus Rektor Universitas Hasanuddin; serta Ketua Dewan Pakar DPP ASPRINDO, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri.

Jose dalam sambutannya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional menunjukkan bahwa Sulsel merupakan salah satu dapur ekonomi Indonesia.

Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal (doc: Asprindo).

Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel 2025 tercatat 5,32 persen, di atas rata-rata angka nasional. Ekspor Sulsel menembus 2,1 miliar USD, yang didominasi nikel, rumput laut, kakao, dan perikanan. Sementara UMKM Sulsel tercatat sebanyak 1,2 juta unit dan mampu menyerap 70 persen tenaga kerja.

“Artinya apa? Dapur ekonomi Indonesia, salah satunya ada di Sulsel. Tapi pertanyaannya, berapa persen dari 2,1 miliar USD itu yang masuk ke kantong pengusaha bumiputera? Pertanyaannya, seberapa besar kontribusi dan hasil ekonomi tersebut masuk ke kantong pengusaha ASPRINDO?” kata Jose.

Pelantikan pengurus, menurut Jose, bukan sekadar seremoni. Ini adalah deklarasi perang ekonomi. Perang melawan kemiskinan. Perang melawan mental ‘cukup jadi makelar.

“Pengusaha ASPRINDO sudah saatnya turun ke sawah, ke laut, ke pabrik, menjemput kolaborasi dengan pemerintah,” tegasnya.

Jose juga menyerukan agar pengusaha Bumiputera memaksimalkan sumber daya melalui pembangunan Kampung Industri. ASPRINDO harus membangun ekosistem tempur dengan bekerja sama, menyatukan sumber daya yang dimiliki. Ia mengingatkan pentingnya membangun kapasitas melalui teknologi, modal, dan branding agar produk-produk ASPRINDO, termasuk UMKM bisa menembus pasar internasional.

Untuk itu, ia memberikan amanah pada para pengurus yang baru dilantik. Pertama, kuasai sumber daya lokal.

“Sulsel punya 6 komoditas, emas, nikel, rumput laut, perikanan, kakao, dan pariwisata bahari. Jangan lagi jual mentah. Kita bikin pabrik. Kita bikin Kampung Industri. 1 Desa 1 Produk Juara. Dari bahan baku Takalar, diolah di Makassar, dijual ke dunia,” ungkapnya.

Kedua, bangun ekosistem tempur. Jose berpesan, bahwa pengusaha besar jangan jalan sendiri. UMKM jangan dibiarkan sendiri.

“Asprindo adalah jembatan. Kita satukan modal, teknologi, dan pasar. Kalau rantai pasok kuat, maka tidak ada lagi cerita barang impor lebih murah,” tegasnya.

Dan yang ketiga, ia mengamanahkan agar pelaku usaha harus mampu naik kelas dengan standar dunia.

“Cukup sudah stigma “produk lokal kualitas nomor 2″. Mulai hari ini kita lawan dengan sertifikasi, teknologi, dan branding. Produk Sulsel harus masuk rak di Dubai, di Jepang, di Eropa. Bukan mimpi. Itu target,” kata Jose.

Menutup sambutannya, ia pun berpesan, bahwa para pengurus baru harus mau turun ke laut, ke sawah, ke pabrik, dan menjemput kolaborasi dengan Pemerintah.

“Dana ada, program ada. Tugas kita adalah mengeksekusi. Ingat, kita bukan minoritas di negeri sendiri. Kita adalah mayoritas yang selama ini banyak diam. Harus nya kita tidak boleh diam tapi kita terus bergerak, jangan berhenti. Asprindo jaya, Indonesia kaya. Bergerak, berdaulat, berjaya,” teriaknya untuk mengobarkan semangat para anggota yang hadir.

Ana Mustamin (Sekjend DPP Asprindo), Jose Rizal (Ketum Asprindo), Prof. Dr. Jamaluddin Jompa (Dewan Pembina DPP Asprindo), Prof. Dr. Didin S. Damanhuri (Ketua Dewan Pakar DPP Asprindo), dan , Ir. Abu Hasan (Ketua DPW Asprindo Sulsel).

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina ASPRINDO, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa mengingatkan agar pengusaha ASPRINDO berusaha untuk tumbuh bersama, saling menguatkan, dengan memelihara persaingan yang sehat, bekerja secara profesional. “Dunia akademik siap bersinergi dan bekerja sama dengan pengusaha. Banyak riset dari kampus yang bisa diimplementasikan di dunia usaha. Di kampus pun digalakkan entrepreneurship,” terangnya.

Ketua Dewan Pakar ASPRINDO, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri menyatakan bahwa keberadaan ASPRINDO sangat strategik sebagai vehicle untuk menumbuhkan dan mengakselerasi pertumbuhan pengusaha pribumi.

“Ini bukan soal dikotomi pribumi dan nonpri, tapi ini harus dilihat sebagai amanat konstitusi, pasal 33 UUD. Gerakan ASPRINDO bertujuan untuk menghapus ketimpangan di bidang ekonomi, di mana pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dinikmati segelintir orang,” kata Prof Didin.

Seemntara, Ketua DPW Asprindo Sulsel, Ir. Abu Hasan menyatakan siap menerima amanah dan arahan yang disampaikan Ketua Umum, Dewan Pembina, dan Dewan Pakar. Ia sudah menyiapkan 7 klaster program untuk DPW ASPRINDO Sulsel.

“Insyaa Allah pengusaha ASPRINDO di daerah ini siap naik kelas dan membangun daya saing,” paparnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *