Istanbul – Direktorat Komunikasi Turki, mengatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas keputusan yang diambil untuk memfasilitasi ekspor gandum Ukraina pada pembicaraan empat arah yang diadakan di Istanbul.
Dalam panggilan telepon, Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada sejawatnya Emmanuel Macron bahwa selama pertemuan Istanbul disepakati proses mengenai ekspor gandum Ukraina akan dikelola dari pusat koordinasi yang akan didirikan di Istanbul dan dijalankan oleh pejabat dari Turki , Rusia, Ukraina dan PBB.
Melansir Anadolu Agency, Ahad (17/7/22), Presiden Turki mengatakan bahwa implementasi awal dari rencana tersebut akan memberikan ruang besar dalam konteks ketahanan pangan global.
Rabu lalu, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa pertemuan antara pejabat Turki, Ukraina, Rusia, dan PBB sepakat untuk mendirikan pusat koordinasi di Istanbul untuk memfasilitasi ekspor gandum Ukraina.
Kata Akar , pejabat Ukraina dan Rusia akan berkumpul lagi di Turki pekan depan untuk meninjau rincian dan menandatangani dokumen untuk meresmikan kesepakatan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengkonfirmasi bahwa ada kemajuan dalam masalah ini, berterima kasih kepada PBB dan Türki atas upaya mereka.
Disebutkan bahwa Erdogan dan Macron juga membahas hubungan bilateral serta masalah regional.
Erdogan juga mengatakan bahwa harapan Türki tentang sistem pertahanan udara jarak jauh SAMP/T adalah untuk “memastikan peluncuran proyek pasokan dan mengembangkan sistem bersama yang mencakup kerja sama maksimum dalam kerangka prinsip ‘transparansi penuh’.
Awal tahun ini, produksi bersama rudal Eropa Turki dibahas ketika presiden Turki bertemu dengan para pemimpin Italia dan Prancis di Brussels awal pekan ini.
Selama pertemuan NATO di Brussel yang membahas perang Ukraina, presiden Turki bertemu dengan sejawatnya dari Prancis Macron dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi “dan membahas Eurosam SAMP/T dan sistem pertahanan.
Awal bulan ini, Presiden Erdogan dalam konfrensi pers bersama dengan Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan Türki dan Italia bersedia untuk menandatangani kesepakatan sesegera mungkin mengenai proyek sistem pertahanan udara SAMP/T.
(Red/Sumber)












