PELUANG BISNIS PRODUK HALAL INDONESIA MAKIN MELEJIT DI PASAR MESIR

Kairo – Duta Besar RI, Lutfi Rauf didampingi Atase Perdagangan RI, M. Syahran Bhakti S. melakukan kunjungan kerja ke pergudangan Fayomei for Import & Export di Kota Fashn, Provinsi Bani Suef, Sabtu (17/6/23).

Hadir dari pihak Fayoumei, Mr. Mahmoud Taha Fayoumei, Direktur, Mr. Mostafa Manager Marketing dan Mr. Yahya, Akuntan Fayomei for Import & Export.

Dalam pertemuan, Mahmoud Fayomei menerangkan pihaknya mengimpor produk makanan olahan halal dari Indonesia diantaranya produk produk ikan sarden kaleng dan produk tuna kaleng yang diproduksi CV Pasific Harvest Banyuwangi, produk bubuk kakao dari PT Internasional Niaga Globalindo Jakarta, kelapa parut atau dessicated coconut dari PT Royal Coconut Manado, shortening dari PT Asian Agro (Apical Group), serta menjadi agen resmi Afia International Co untuk Provinsi Bani Suef dan Provinsi Elmenia yang mengimpor minyak sawit refined palm oil dari Indonesia.

Mahmoud melanjutkan, pihaknya pertama kali mengimpor dari luar negeri pada tahun 2004 dengan hanya dua kontainer, tahun 2022 mencapai 400 kontainer beragam produk makanan olahan dari berbagai negara utama yaitu Indonesia, Thailand dan Vietnam.

Mahmoud menambahkan, agar kegiatan impornya tetap berlangsung, pihaknya juga melakukan kegiatan ekspor produk bawang putih dan bawang merah ke beberapa negara, termasuk mengekspor produk tuna kaleng dan sarden kaleng yang diimpor dari Indonesia ke beberapa negara tetangga Mesir.

Duta Besar RI Lutfi Rauf menyambut positif kegiatan impor produk khalal Indonesia dimaksud, baik minyak sawit dan turunannya, produk kelapa, produk bubuk kakao termasuk di dalamnya produk ikan sarden kaleng dan ikan tuna kaleng yang rata-rata bea masuknya cukup rendah 5 persen ditambah bea PPN sebesar 14 persen.

Dubes RI menerangkan, meski kondisi ekonomi global penuh tantangan dan rata-rata terkena inflasi, selalu saja ada peluang dalam kondisi apapun. Untuk itu, Dubes Lutfi Rauf berpesan, pihak KBRI Kairo berupaya menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan dimaksud, salah satunya dengan mengaktifkan skema imbal dagang atau counter trade antar pelaku usaha kedua negara atau bisa juga dengan membantu para importir Mesir mencarikan pasar untuk produk ekspornya sehingga tercipta bargaining position yang baik.

Selama kunjungan di Bani Suef, Dubes Mesir Lutfi Rauf juga berkesempatan melakukan kunjungan ke pabrik Al Ryad (A2R) yang memproduksi biskuit dan makanan ringan yang menggunakan produk pendukung diantaranya bubuk kakao, cocoa butter substitute (CBS) dan shortening dari Indonesia.

Atase Perdagangan RI, M. Syahran Bhakti S menekankan populasi Mesir yang mencapai 110 juta jiwa adalah pasar yang besar bagi produk perikanan dan hasil laut Indonesia untuk itu diharapkan adanya kerjasama business to business yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan Mesir untuk dapat mengambil peluang ini diantaranya dengan keikutsertaan pada pameran dagang produk makanan dan industri yang diselenggarakan secara berkala di Mesir.

Atdag Syahran menambahkan, sesuai laporan Badan Statistik Mesir (Capmas) Periode Januari-Februari 2023 ekspor produk perikanan Indonesia ke Mesir mencapai USD 1,63 juta atau naik 600 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD 233 ribu. Untuk produk cocoa butter mencapai USD 1,46 juta atau naik sebesar 3084 persen bila dibandingkan dengan nilai ekspor periode yang sama tahun 2022 sebesar USD 46 ribu, adapun bubuk kakao mencapai USD 964 ribu dan produk minyak sawit dan turunannya mencapai USD 80 juta.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *