Jakarta – Di tengah meningkatnya suku bunga acuan dan inflasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai memiliki peran penting.
Group Head of Government Program-Division of Small Business and Program BNI, Chandra Bagus Sulistyo mengatakan bahwa UMKM secara garis besar memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian nasional.
Kata dia sejarah telah membuktikan ketangguhan dari UMKM tersebut.
“Sejarah membuktikan bahwa UMKM, merupakan sektor yang mempunyai peran penting ketika negara ini dalam keadaan krisis. Buktinya tahun 1998, UMKM yang berperan. UMKM punya peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Chandra seperti dikutip Bisnis.com, Jum’at (30/9/22).
Chandra menambahkan bahwa dengan jumlah mencapai 64,3 juta, UMKM diharapkan mampu menjadi penopang perekonomian.
Namun, menurut dia masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk meningkatkan UMKM nasional. Salah satunya terkait akses modal dari perbankan.
Tantangan lain, lanjutnya, adalah terkait akses layanan keuangan dan transaksional.
Selain itu kata dia, juga diikuti dengan kendala akses informasi dan teknologi, serta akses pasar.
Oleh karena itu, BNI berkomitmen mendorong ekspansi pelaku UMKM pada semester II/2022.
Direktur Enterprise & Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan bahwa perseroan akan memperkuat pembinaan serta mencari berbagai potensi kerja sama untuk mengakselerasi, sekaligus mendorong pelaku UMKM dapat menembus pasar global.
Menurutnya, ketangguhan UMKM Indonesia telah teruji selama masa kritis pandemi Covid-19.
Oleh sebab itu, paruh kedua tahun ini diperkirakan menjadi periode ekspansi bagi para pelaku UMKM untuk merealisasikan berbagai rencana yang sempat tertunda.
“Kami terus memperkuat pembinaan serta menciptakan banyak kolaborasi membantu pemulihan, akselerasi, dan bahkan ekspansi kinerja UMKM hingga Go Global. BNI tentunya masih optimis segmen UMKM dapat bertahan di tengah kenaikan inflasi,” pungkasnya.
Untuk diketahui hingga Agustus 2022, BNI menyalurkan kredit UMKM senilai Rp100,2 triliun atau naik 9,51 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit di sektor perdagangan dan sektor pertanian. Kedua sektor ini, menyumbang lebih dari 50 persen komposisi kredit UMKM.
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit UMKM pada Agustus 2022 bertumbuh 16,8 persen secara tahunan atau sebesar Rp1.214,6 triliun.
Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit UMKM segmen mikro yang meningkat 111,8 yoy menjadi Rp421,9 triliun.
(Red/Sumber)






