Jakarta – Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) kembali melakukan kunjungan untuk kedua kalinya ke Kedutaan Besar Maroko di Kuningan Jakarta Selatan, Senin (27/11/23).
Kunjungan pertama Asprindo dilaksanakan sebelum Covid-19, yang menyebabkan tidak ada kegiatan yang terlaksana selama 3 tahun ini.
Kunjungan perwakilan Asprindo saat ini disambut baik Duta Besar Kerajaan Maroko, H.E. Ouadia Benabdellah beserta jajaran.
Ketua Umum Asprindo, H. Jose Rizal memaparkan kunjungannya ke Kedubes Kerajaan Maroko bertujuan untuk menjajaki kerjasama, terutama di bidang pariwisata religius serta kerjasama di bidang lainnya, utamanya produk-produk yang dibutuhkan Maroko dan sebaliknya.
“Kami berharap Asprindo dapat difasilitasi untuk melakukan pertemuan dengan 20 pengusaha terbesar di Maroko, untuk dapat melakukan kerjasama dan terciptanya MOU dalam bidang usaha apapun baik di bidang Insdustri, bidang otomotif, perdagangan umum, culuture dan juga bidang-bidang olahraga dan lain sebagainya,” ujar Jose.
Jose juga mengatakan bahwa Negara Maroko mempunyai team sepakbola yang sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan dunia sepakbola FIFA.
Oleh karenanya lanjut dia, bola buatan Indonesia yang sudah dipasarkan di negara Eropa, dapat dipasarkan pula di Maroko.
Senada dengan itu, Anggota Dewan Pembina Asprindo KH Muhyiddin Junaidi yang menjembatani pertemuan Asprindo dengan Kedubes Maroko menyebutkan bahwa Duta Besar Maroko sangat mengapresiasi kunjungan perwakilan Assosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) ke Kantor Kedubes Maroko.
Sementara itu Dubes Maroko berharap agar pengurus Asprindo mengagendakan kunjungannya ke Maroko guna melakukan diskusi dengan pengusaha-pengusaha di negara tersebut .
Benabdellah menyebutkan bahwa sistem perekonomian di Maroko menganut pasar bebas, bahkan bagi investor diberikan insentif yang cukup menarik apabila melakukan investasi di sana.
“Banyak produk-produk Indonesia yang bisa dipasarkan kesana. seperti kopi dengan berbagai macam jenisnya, Teh, Green Tea, busana Muslimah,” katanya.
Sedangkan dari Maroko bisa mengekspor produk lokal seperti minyak argan dan olive oil. Argan ini hanya tumbuh di Maroko dan tidak tumbuh di negara lain dan di Maroko pun hanya ditempat tertentu.
“Minyak Argan mempunyai khasiat yang sangat tinggi, yaitu merawat kulit yang sudah lentur, dan harganya pun sangat mahal di pasaran Internasional,” ujarnya lagi.
Untuk Industri otomotif, Maroko sudah bisa membuat mobil sendiri, bahkan telah melakukan kerjasama dengan Perancis dalam pembuatannya. Bahkan di tahun ini, Maroko sudah melaunching mobil nasionalnya.
Maroko juga memproduksi industri kabel, baik fiber optik, electrical, wairless dan sebagainya serta menjualnya ke Eropa.
Pada bidang wisata (tourism), Maroko memiliki daya tarik tersendiri karena Maroko dan Spanyol adalah dua negara yang mempunyai histori herritage.
“Sisa-sisa peradaban Islam (Islamic Herritage) di Maroko banyak sekali. Bagaimana umat Islam di zaman Thariq bin Ziyad mencoba melakukan dakwah Islam ke Spanyol, dan mulai dari Maroko melalui wilayah Tanzir,” imbuhnya.
Untuk itu Dubes Benabdellah menyarankan agar Asprindo dapat berkunjung ke negaranya guna melihat secara langsung bagaimana peran ulama Maroko dalam melakukan dakwah Islam.
(Red)






