TERNYATA ILMU KANURAGAN ANIES LEBIH SAKTI DARI DUKUN SEWAAN JOKOWI DARI MEDAN

Opini1334 Views

Bekasi – Rupanya baru terbukti di sirkuit Mandalika bahwa Bang Anies Baswedan mempunyai kesaktian yg tinggi sehingga Jokowi dan dukunnya gak bisa menandingi kesaktian Bang Anies di Mandalika Lombok NTB.
Pantas Bang Anies diserang dari kiri kanan muka belakang gak mempan. Itu karena ilmu kanuragannya terlalu tinggi. Bahkan dihadapan presiden Jokowi, Bang Anies dikatakan pembohong di depan raja bohong tidak berpengaruh pada Bang Anies.

Ini harus jadi pelajaran bagi Jokowi, buzzerRp, jokower dan Oligarki plus komunis bahwa kalian sia² mau melawan Bang Anies. Dukun Ki Bedul Sakti dari Medan sudah membuktikannya bahwa Bang Anies bisa menurunkan hujan yg lebat. Jangankan hujan, harga minyak goreng aja bisa diturunkan Bang Anies melalui kelurahan² di DKI dengan harga murah. Sakti gak Bang Anies. Lihat truk² yg memuat minyak goreng pada terbalik² dijalanan. Ada yg lewat hutan supaya gak diketahui warga itu terbalik juga di hutan. Itu semua gegara Bang Anies.

Jadi dari sekarang para Haters Bang Anies harus mulai berpikir kembali MELAWAN Bang Anies. Sebab ilmu Bang Anies belum dikeluarkan semua. Baru dikit aja Jokowi cs sudah rugi 3,5 triliun. Begitu juga saat ilmu Bang Anies diturunkan di pulau Reklamasi. Oligarki rugi ratusan triliun rupiah. Sehingga mereka lagi tunggu sampai Oktober biar Bang Anies habis tugasnya di DKI maka mereka mulai dengan rencananya.

Untuk itu mereka mulai sekarang menyewa partai² dan para pakar penjilat untuk menyerang Bang Anies agar gak jadi CAPRES. Apalagi jadi presiden. Wah, kalau ilmu Bang Anies bisa nengantarkan Bang Anies jadi PRESIDEN RI 2024-2029 maka terbukti dengan jelas ilmu KANURAGANNYA benar² SAKTI MANDRAGUNA. Jadi kalau Bang Anies jadi presiden gak lagi negara melalui APBN menyewa dukun seperti Bedul Sakti dari Medan. Wong presidennya lebih sakti.

Wallahu A’lam …

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *