Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Bukan main penderitaan calon presiden yang dijagokan si ijazah palsu. Saat ULTAH partainya yakni PDIP diberi tempat duduk paling belakang bersama kader-kader partai yang lain. Sebagai calon presiden yang dijagokan presiden si ijazah palsu, harusnya dia diberi tempat di depan acara sebagai tempat khusus tapi nyatanya tidak direken sama skali oleh pihak PDIP. Apalagi ada yel-yel teriakan sebagai calon presiden. Seperti yang suka dialami oleh Anies Baswedan.
Anies dimana aja hadir diteriakan presiden. Tapi si rambut putih gak dianggap sama skali oleh teman-teman partainya terlebih si Mbok Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Kalau sudah begini apa yg mau diharapkan jadi presiden pengganti Jokowi? Orang partai aja gak suka. Biar mau bagi-bagi sembako lagi. Yang jadi lucu adalah yang kena musibah banjir di daerahnya di Jawa Tengah tapi yang dibagi-bagi santunan berupa sembako orang di Ciputat. Yang begini mau jadi presiden? Pasti duit yang dibagi-bagi beli sembako dll, adalah uang oligarki. Atas tekanan si Ijazah palsu.
Maka rakyat Indonesia harus bergerak cepat mengakhiri rezim laknat ini kalau mau ada perubahan. Soalnya sampai detik ini si ijazah palsu and the gang lagi cari-cari celah untuk melanjutkan kekuasaannya. Maka dari itu mereka biarkan kasus yang terjadi kepada personal KPU agar kelihatan caos maka akan dikeluarkan PERPU untuk melanggengkan kekuasaannya. Baru PERPU CIPTAKER yang keluar. Nanti kalau ada kesempatan maka si ijazah palsu dan DPR akan keluarkan perpu perpanjangan jabatan disemua lini.
Maka dari itu rakyat Indonesia harus segera menghentikan rezim laknat ini. Lebih cepat lebih baik. Seperti yg terjadi diluar negeri. Masa’ di ibukota Peru yakni LIMA bisa masa’ di Indonesia gak bisa…? Istana presidennya mereka kepung akhirnya presidennya menyerah dan ditahan polisi. Di Indonesia harus bisa seperti itu. Jangan sampai negara full dijual ke Cina baru kita berherak demonstrasi. Itu namanya udah terlambat. Apa mau negara kita seperti di Tajikistan dan Anggola karena hutang gak bisa dibayar maka negara dibiarkan dilepas ke si pengutang yakni Cina. Maka umat Islam Indonesia akan dibikin kayak umat Islam di UIGUR Cina. Tapi terserah kepada rakyat Indonesia. Yang penting kita udah ingatkan. Dihadapan Allah kita bisa pertanggung jawabkannya.
Wallahu A’lam …
.












