OPERASI INTELEJEN DI MUHAMMADIYAH DALAM MUKTAMAR AGAR JANGAN MEMILIH PENGURUS YANG KRITIS PADA REZIM

Opini1683 Views
Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Di setiap ORMAS pasti ada operasi intelejen jika mau Muktamar atau semisal dengan itu agar tidak mengakomodir para pengurus Muhammadiyah yang kritis pada pemerintah. Operasi intelejennya diantara lain mulai mengumpulkan beberapa peserta di beberapa propinsi yang akan ikut Muktamar kemudian dibrifing oleh pengurus pusat yang jadi kacung penguasa agar para peserta jangan memilih pengurus yang lama yang kritis pada rezim penguasa yang suka menangkap Ulama.
Para pengurus pusat yg diincar itu saat ini yakni diantara lain Ayahanda Anwar Abbas, Ayahanda Busro Muqoddas, Ayahanda KH. Muhyidin Junaidi dan Ayahanda Dahlan Rais (adik dari Amin Rais). Untung di Muhammadiyah pakai sistem KOLEKTIF  KOLEGIAL. Jadi kelompok yang akan intervensi di Muhammadiyah gak bisa bermain. Sebagaimana mereka suka bermain dalam pemilihan ketum dan pengurus ORMAS lain. Para penghamba penguasa itu hanya bisa seperti diatas itu. Main di tiap-tiap propinsi berkolaborasi dengan pengurus yang bisa dijadikan alat penguasa untuk menyingkirkan mereka-mereka yang tidak disukai rezim laknatullah.
Yah kalau para kader Muhammadiyah bila gak sayang pada Muhammadiyah maka akan ikut aja apa yg dimauin rezim. Bagi mereka slogan HIDUP-HIDUPKAN MUHAMMADIYAH JANGAN CARI HIDUP DI MUHAMMADIYAH gak berlaku lagi. Yang ada banyak-banyak cari jabatan di Muhammadiyah agar bisa numpang hidup di Muhammadiyah. Kalau itu yang terjadi maka ke depan Muhammadiyah akan jadi FOSIL hanya enak jadi bahan cerita pernah ada ORMAS yang sangat kaya dengan AUM (Amal Usaha Muhammadiyah)nya yang bejibun tapi diurus oleh orang-orang yang gak amanah.
Kita tulis ini karena kita kader sejak dari rahim ibu kita yang dulu dari NA sampai ‘Aisyiyah. Jadi kita gak mau Muhammadiyah jadi BANCAKAN orang-orang yang tamak dan rakus numpang hidup di Muhammadiyah. Kita BUKAN ORMAS ANTI PEMERINTAH. Pemerintah itu wajib dibantu agar tidak salah jalan dalam membawa bahtera NKRI. Salah satu cara membantu itu dengan menghidupkan BUDAYA KRITIS. Supaya kelihatan di Muhammadiyah kita punya OTAK karena suka berdebat dengan argumen bukan dengan sentimen.
Mari kita tunjukkan kepada pencinta rezim laknat bahwa kita gak bisa dibeli dan diatur dengan cara memilih suara terbanyak pada orang-orang yang gak disukai rezim. Ada anak muda potensial yang telah jadi PROFESOR yg bisa jadi NAKHODA BARU di Muhammadiyah yakni Prof. Dr. H. ABDUL MUKTI. MA. Muhammadiyah harus di resuffle. Pengurus yg udah tua-tua yang udah udzur silahkan MUNDUR. Berikan kesempatan KADER MUDA yang belum TERKONTAMINASI dengan rezim laknat.
Selamat bermuktamar. Jangan sampai kita kehilangan JATI DIRI kita sebagai warga persyerikatan. Nasrum Minallah wa Fathun Qoriib.
Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *