MEREKA MENGUBAH NASIBNYA SENDIRI BUKAN UJUG-UJUG. INI PERJALANAN PANJANG MAROKO BISA SEHEBAT INI DI PIALA DUNIA 2022

Opini216 Views

Oleh: Fitriyan Zamzami
Wartawan Republika

Kita orang percaya semua hal terjadi karena ijin Allah, tapi jangan tutup mata juga bahwa capaian Maroko pada Piala Dunia 2022 kali ini bukan datang dari ruang kosong. Ia adalah ujung dari ikhtiar dan kerja keras yang panjang.

Pada 2009, Kerajaan Maroko (Al-Mamlakah al-Maghribiyah/ المملكة المغربية) mendukung penuh pendirian Kompleks Sepakbola Muhammad VI. Ada delapan lapangan sepak bola berstandar FIFA pada kompleks tersebut. Lengkap dengan empat hotel berbintang lima, dan fasilitas kebugaran dan kesehatan yang sangat modern. Salah satu lapangan dalam ruangannya bahkan memiliki pengatur iklim sendiri.

Tujuannya utamanya tentu pembinaan usia muda yang serius. Yang disasar, pemuda-pemuda dari wilayah-wilayah tertinggal di Maroko. Pemain belakang tangguh Nayef Aguerd yang kemudian bermain di West Ham United di Liga Premier; serta Youssef En-Nesyri, penyerang klub Sevilla sekaligus pencetak gol kemenangan atas Portugal; adalah jebolan program tersebut.

Kurikulum olahraga di sekolah-sekolah juga dirombak. Tak hanya lelaki, pesepakbola perempuan di Maroko juga dibina. Saat ini, Maroko satu-satunya di dunia yang memiliki liga profesional perempuan dengan dua divisi.

Pada 2013, Fouzi Lekjaa, mantan Menteri Keuangan, ditunjuk jadi ketua PSSI-nya Maroko. Ia kemudian bekerja dengan misi utama membenahi struktur kompetisi lokal. Pelatih Maroko Walid Regragui yang kini terbukti sebagai salah satu jenius taktik sepakbola itu adalah jebolan kompetisi lokal. Ia memulai karir melatih di klub FUS yang bermarkas di Rabat, kemudian ke Qatar sebentar lalu menyeberang ke Casablanca untuk mengasuh Al Wydad.

Sejak transformasi, klub-klub Maroko langganan juara piala antarklub di Afrika. Sudah dua tahun belakangan, klub Maroko merajai Kejuaraan Negara-negara Afrika yang hanya boleh diikuti pemain lokal. Sementara tahun ini, Al Wydad menjuarai Liga Champions Afrika. Klub Maroko juga menjuarai Piala Konfederasi Afrika, Piala Super Afrika, dan Liga Champions Perempuan Afrika.

Sementara talenta-talenta keturunan Maroko yang lahir di mancanegara juga berhasil dijaring. Bukan asal comot setelah jadi, para pemain ini dipantau sejak remaja agar tak membela timnas tempat kelahiran setelah melewati usia 18 tahun. Dalam tim di Piala Dunia 2022 ini, ada 14 pemain yang lahir di luar negeri namun memilih membela tanah leluhur mereka. Diantaranya Hakim Ziyech (Chelsea – Liga Inggris) dan Sofyan Amrabat (Fiorentina – Liga Italia) yang lahir di Belanda, Achraf Hakimi (PSG – Liga Prancis) dari Spanyol, juga Yassine Bounou (Sevilla – Liga Spanyol) dari Kanada.

Dengan infrastruktur sepakbola yang demikian kuatlah Timnas Maroko kemudian dibentuk. Pemerintahnya mendukung penuh, ketua federasinya bukan asal comot dan punya visi yang jelas, pesepakbola dari daerah tertinggal diberdayakan, kompetisi lokalnya dibenahi dan dikuatkan, program naturalisasi juga tak asal-asalan.

Lalu bayangkan bagaimana nanti anak-anak yang lahir dari pesepakbola-pesepakbola profesional perempuan dididik sejak dini betul di rumah mereka masing-masing. Federasi sepakbola Maroko secara praktis menyebar sekolah sepakbola ke rumah-rumah di Maroko.

Pencapaian Maroko pada Piala Dunia ini sama sekali bukan kebetulan. Mereka adalah kaum yang mengubah nasib mereka

Agama Warga Negara Maroko dan Persentasenya

Rizky Darmawan

Maroko adalah negara yang terletak di wilayah pegunungan Afrika Utara bagian barat yang berada di seberang Selat Gibraltar dan dekat dengan Spanyol. Karena merupakan wilayah pegunungan, sebagian besar wilayah Maroko terletak di dataran tinggi, rata rata sekitar 2.600 kaki (800 meter) di atas permukaan laut. Mayoritas warga negara Maroko didominasi oleh orang orang Arab yang berasal dari keturunan Spanyol. Mereka melarikan diri dari Reconquista akibat penaklukan kembali Semenanjung Iberia oleh Kristen pada abad ke-15. Karena itu tak heran bila Islam menjadi agama yang banyak dipeluk oleh masyarakat Maroko. Bahkan Islam telah menjadi agama resmi negara ini. Dikutip dari state.gov, Pemerintah AS memperkirakan total populasi Maroko sebesar 36,4 juta (pertengahan tahun 2021). Lebih dari 99% populasi adalah Muslim Sunni, dan kurang dari 0,1 % populasi adalah Muslim Syiah. Kemudian kurang dari 1 % memeluk agama Kristen, Yahudi, dan Baha’i. Menurut pemimpin komunitas Yahudi, diperkirakan terdapat 2.000 hingga 3.500 orang Yahudi. Sekitar 2.500 di antaranya tinggal di Casablanca. Jumlah pemeluk Kristen Maroko kurang lebih mencapai 31.500. orang, berdasar laporan dari sejumlah media cetak dan elektronik. Data tersebut masih belum akurat karena tidak adanya data statistik dari pusat resmi. Pemimpin Kristen penduduk asing memperkirakan populasi Kristen mencakup setidaknya 30.000 Katolik Roma dan sekitar 10.000 Protestan. Banyak dari mereka adalah pendatang baru dari Afrika Sahara atau penduduk yang keluarganya telah tinggal dan bekerja di negara itu selama beberapa generasi tetapi tidak memiliki kewarganegaraan. Ada juga sekitar 3.000 penduduk asing yang diidentifikasi sebagai Ortodoks Rusia dan Yunani. Komunitas kecil Ortodoks Rusia berada di Rabat dan komunitas kecil Ortodoks Yunani di Casablanca. Sementara sebagian besar penduduk asing Kristen tinggal di daerah perkotaan Casablanca, Marrakesh, Tangier, dan Rabat. Sedangkan Pemimpin Muslim Syiah memperkirakan terdapat beberapa ribu warga Syiah dengan proporsi terbesar di utara. Mereka berasal dari dari Lebanon, Suriah, Tunisia, dan Irak. Pemimpin komunitas Muslim Ahmadi memperkirakan jumlah mereka mencapai 750. Pemimpin komunitas Agama Baha’i memperkirakan ada 350-400 anggota yang berada di Maroko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *