Oleh: Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Sungguh pertunjukkan yang paling menyakitkan hati dan membikin kepala pening tujuh ratus keliling. Kejadian-kejadian yang terjadi saat ini benar-benar menyesakkan dada. Ada kasus uang 349 T yang nama-namanya ada di tangan Cak Mahfud yang profesor. Ada kasus markus yang di lakukan anggota dewan yang juga nama-namanya ada juga di kantong Cak Mahfud. Yang lebih menakutkan adalah penangkapan mantan presiden Amerika Donal Trump karena ini baru pertama kali terjadi di dunia politik Amerika.
Serangan gencar oleh macan-macan DPR kepada Cak Mahfud disaat RDP dengan komisi 3. Membuat para nitizen geram dan akan berada di belakang Cak Mahfud. Nitizen mencoba mencari ada apa di balik kegalakan kepada Cak Mahfud. Akhirnya terbongkar juga ternyata galak kepada Cak Mahfud itu hanya gimik. Seperti yang di lakukan oleh si SUNEO Arteria Dahlan dari Fraksi PDIP. Nitizen berfikir gak mungkin gak ada apa-apa dengan gak ada apa-apanya. Akhirnya terbukti oleh KPK bahwa si SUNEO udah 3 tahun gak lapor ke LHKPN kekayaannya. Dan lebih mengejutkan lagi udah sekian tahun gak bayar pajak. Dan kedapatan beberapa mobilnya pakai nomor polisi aspal. Jadi apa yang di katakan Bambang Pacul terbukti dengan sendirinya.
Gak mungkin Bambang Pacul hanya berkelakar di forum resmi RDP demgan Menko POLHUKAM dan jajarannya. Pacul yang satu Fraksi dengan si SUNEO adalah dari partai paling banyak koruptornya gak mungkin kayak anggota bersih yang galak pada Cak Mahfud. Di sinyalir ada kemungkinan ada anggota Dewan yang masuk dalam daftar pencucian uang di kasus dana 349 T itu. Maka berani Cak Mahfud mengusulkan UU PENYITAAN ASET kepada Bambang Pacul sebagai ketua komisi 3. Namun di jawab oleh Bambang Pacul itu gampang Pak kalau ada perintah dari ketum Partai. Jadi betapa mirisnya rakyat di megeri 062 mempunyai partai-partai diisi oleh orang-orang yang hanya memperkaya diri sendiri atas nama rakyat.
Jadi kalian rakyat masih mau terus memilih wakil-wakil penghianat rakyat ini jadi wakil kalian …?
Belum lagi presiden dari partai ini. Dia hanya bisa pusing dengan sepakbola yang mau melindungi negara penjajah Israel tapi dia gak pernah peduli dan pusing memikirkan rakyatnya. Masih bisa makan atau tidak.
InsyaAllah dia akan mengalami sama seperti Donal Trump. Yang sama-sama mengindap penyakit ISLAMOPHOBIA, dan banyak pelanggaran konstitusi di jalanin. Hal ini tidak mustahil bin mustahal. Dia juga akan di tangkap atas desakan rakyatnya. Maka dari itu dia tetap berusaha menggagalkan ANIES RASYID BASWEDAN untuk maju pada kontestasi PILPRES. Karena dia dengan Hulubalangnya Opung akan jadi ngeri-ngeri sedap kalau presiden penggantinya bukan dari KLAN DIA yakni KLAN MALING PEMBOHONG DAN TUKANG HUTANG SERTA HOBBY PENCITRAAN serta IJAZAH PALSU.
Yah terimalah hukuman Tuhan, itu juga kalau masih percaya Tuhan tuhan atau hantu. Rakyat bisa apa. Hanya do’alah kekuatannya. Tapi kalau tingkah polanya udah kelewatan maka tidak mustahil rakyat marah dan akan membentuk people power. Itu berarti re vo lu si.
Segera.
Nun Walqolami mawamaa yasturuun.
Wallahi Muwaffiq…
Wallahu A’lam …






