Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Banyak saat ini orang menjual Islam untuk kepentingan pribadi. Begitu juga banyak yang menyerang Islam juga untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Ini berlaku baik perorangan atau komunitas. Kesemuanya rata-rata hanya karena mencari cuan untuk diri sendiri atau kelompoknya.
Seperti yang terjadi pada Islam Nusantara (INUS) dan kalau jadi aliran tersendiri di Indonesia maka akan disebut ANUS (Aliran Nusantara).
Semenjak dideklarasikan oleh SAS (Said Agil Sirad) tidak ada konsep yang ditawarkan kepada Umat Islam selain nyinyir kepada Islam yang datang dari Arab. Padahal para kyai dan Ulama penganut ANUS rata-rata Alumni Timur Tengah.
Mana konsep ANUS yang bisa membikin Umat Islam menjadi berdaya apalagi di era sekarang. ANUS yang makmur hanya para Kiyai aja tapi umat tetap nelongso dan menderita. Yang dinyinyirin hanya jenggot, celana jingkrang dan jidat hitam. Kalau wanita dinyinyirin cadarnya. Padahal sewaktu SAS menuntut ilmu di Makkah al-Mukarramah jenggotnya gak beda jauh dengan Osama bin Laden. Tapi sekarang di nyinyirin. Bayangkan Hadratussyekh Hasyim Asyi’ari aja dicukur jenggotnya padahal Sang Kyai di foto aslinya berjenggot tapi mereka lukis kembali tidak pakai jenggot. Seolah-olah Pak Kyai menyetujui ide-ide gila mereka.
Belum lama ini sang pencetus ANUS mengancam pemerintah akan melarang Umatnya gak mau bayar pajak karena kasus anak pejabat ditjen pajak mukul anak pengurus ANSOR. Kalau sudah ngancam-ngancam begini berarti setoran lagi macet dari penguasa ke SAS.
Maka judul tulisan ini INUS atau ANUS = Islam proyek. Proyek para pencetusnya kepada pemerintah. Kemarin udah berhasil pemerintah melontorkan 1,5 Triliun kepada ANUS. Dan sekarang bingung mau bikin apa lagi untuk jadi proyek. Mau nyanyi-nyanyi dan sholawatan di gereja pada NATAL dan TAHUN BARU udah lewat. Yah tinggal kumpulin para pastor dan para santri untuk nyanyi-nyanyi bersama di sebuah hall. Tapi proyek itu gak banyak cuannya. Maka coba dengan proyek ngancam menghimbau warganya agar gak bayar pajak supaya tidak di korupsi pejabatnya tapi di bagi pada pencetus ANUS.
Hati-hati mempermainkan Islam dengan merubah-rubahnya hanya untuk kepentingan duniawiyah semata. Sebab balasannya pedih dan perih semasa di dunia. Udah ada contohnya di TURKY yakni MUSTAFA KEMAL AT-TATURK. Mayatnya tidak diterima bumi sewaktu dikuburkan karena suka mengganti dan merubah Islam dengan bahasa Turky. Akhirnya ditaruh di atas tanah dan ditumpukkan dengan bebatuan mayatnya. Setiap orang kalau ziarahi ke kuburnya harus menutup hidungnya karena ada bau busuk menyengat sama kalau kita mau ke BANTAR GEBANG disaat musim panas tiba-tiba hujan lebat. Sama dengan ANUS. Ingin merubah Islam agar lebih familiar dengan Indonesia maka buang jauh-jauh budaya Islam dan ciri-cirinya yang datang dari Arab.
Nanti kita buktikan jika Kyai ANUS mati dan mayatnya mental keluar gak diterima bumi maka itulah bukti kekuasaan Allah. Berarti kaum MUSTAFA KEMAL AT-TATURK juga ada di Indonesia bukan hanya ada di Turky.
Yah sampai kapan kalian mau pegang proyek lendir ini. The time is running. Jangan dulu mati sebelum bertaubat. Karena, ingat azab Allah itu pedih dan perih.
Wallahu A’lam
ISLAM NUSANTARA SAMA DENGAN ISLAM PROYEK
Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Banyak saat ini orang menjual Islam untuk kepentingan pribadi. Begitu juga banyak yang menyerang Islam juga untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Ini berlaku baik perorangan atau komunitas. Kesemuanya rata-rata hanya karena mencari cuan untuk diri sendiri atau kelompoknya.
Seperti yang terjadi pada Islam Nusantara (INUS) dan kalau jadi aliran tersendiri di Indonesia maka akan disebut ANUS (Aliran Nusantara).
Semenjak dideklarasikan oleh SAS (Said Agil Sirad) tidak ada konsep yang ditawarkan kepada Umat Islam selain nyinyir kepada Islam yang datang dari Arab. Padahal para kyai dan Ulama penganut ANUS rata-rata Alumni Timur Tengah.
Mana konsep ANUS yang bisa membikin Umat Islam menjadi berdaya apalagi di era sekarang. ANUS yang makmur hanya para Kiyai aja tapi umat tetap nelongso dan menderita. Yang dinyinyirin hanya jenggot, celana jingkrang dan jidat hitam. Kalau wanita dinyinyirin cadarnya. Padahal sewaktu SAS menuntut ilmu di Makkah al-Mukarramah jenggotnya gak beda jauh dengan Osama bin Laden. Tapi sekarang di nyinyirin. Bayangkan Hadratussyekh Hasyim Asyi’ari aja dicukur jenggotnya padahal Sang Kyai di foto aslinya berjenggot tapi mereka lukis kembali tidak pakai jenggot. Seolah-olah Pak Kyai menyetujui ide-ide gila mereka.
Belum lama ini sang pencetus ANUS mengancam pemerintah akan melarang Umatnya gak mau bayar pajak karena kasus anak pejabat ditjen pajak mukul anak pengurus ANSOR. Kalau sudah ngancam-ngancam begini berarti setoran lagi macet dari penguasa ke SAS.
Maka judul tulisan ini INUS atau ANUS = Islam proyek. Proyek para pencetusnya kepada pemerintah. Kemarin udah berhasil pemerintah melontorkan 1,5 Triliun kepada ANUS. Dan sekarang bingung mau bikin apa lagi untuk jadi proyek. Mau nyanyi-nyanyi dan sholawatan di gereja pada NATAL dan TAHUN BARU udah lewat. Yah tinggal kumpulin para pastor dan para santri untuk nyanyi-nyanyi bersama di sebuah hall. Tapi proyek itu gak banyak cuannya. Maka coba dengan proyek ngancam menghimbau warganya agar gak bayar pajak supaya tidak di korupsi pejabatnya tapi di bagi pada pencetus ANUS.
Hati-hati mempermainkan Islam dengan merubah-rubahnya hanya untuk kepentingan duniawiyah semata. Sebab balasannya pedih dan perih semasa di dunia. Udah ada contohnya di TURKY yakni MUSTAFA KEMAL AT-TATURK. Mayatnya tidak diterima bumi sewaktu dikuburkan karena suka mengganti dan merubah Islam dengan bahasa Turky. Akhirnya ditaruh di atas tanah dan ditumpukkan dengan bebatuan mayatnya. Setiap orang kalau ziarahi ke kuburnya harus menutup hidungnya karena ada bau busuk menyengat sama kalau kita mau ke BANTAR GEBANG disaat musim panas tiba-tiba hujan lebat. Sama dengan ANUS. Ingin merubah Islam agar lebih familiar dengan Indonesia maka buang jauh-jauh budaya Islam dan ciri-cirinya yang datang dari Arab.
Nanti kita buktikan jika Kyai ANUS mati dan mayatnya mental keluar gak diterima bumi maka itulah bukti kekuasaan Allah. Berarti kaum MUSTAFA KEMAL AT-TATURK juga ada di Indonesia bukan hanya ada di Turky.
Yah sampai kapan kalian mau pegang proyek lendir ini. The time is running. Jangan dulu mati sebelum bertaubat. Karena, ingat azab Allah itu pedih dan perih.
Wallahu A’lam
Post Views: 262






