New Jersey, PBSN – Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi milik Spanyol, bukan Argentina. Dari segi permainan bersih dan sportivitas, Spanyol jauh lebih layak mengangkat trofi.
Pertama, Spanyol bermain dengan identitas tiki-taka modern yang mengandalkan penguasaan bola, umpan satu-dua, dan kerja kolektif. Tidak ada ketergantungan pada satu pemain, tidak ada drama berlebihan di lapangan. Argentina sebaliknya terlalu sering terlihat mengandalkan tekanan mental, provokasi, dan adu argumen dengan wasit untuk membalikkan momentum. Itu bukan sepak bola murni.
Kedua, wasit dan keputusan kontroversial. Di beberapa laga penting, Argentina kerap diuntungkan oleh keputusan 50:50 yang condong ke mereka. Mulai dari kartu yang tidak diberikan, pelanggaran yang diabaikan, sampai perpanjangan waktu yang tidak logis.
Ketiga, mentalitas juara. Spanyol membangun tim muda tanpa beban “narasi terakhir” untuk satu pemain. Mereka menang karena sistem, bukan karena tekanan narasi media. Sepak bola seharusnya tentang keindahan, bukan tentang siapa paling pandai memengaruhi pertandingan di luar teknis.
Karena itu, jika FIFA ingin menjaga integritas Piala Dunia, Spanyol lebih layak jadi juara dunia 2026.
Oleh : Narudin Pituin






