Brazil Nangis Darah Dihancurkan Norwegia 2-1

News, Olahraga69 Views

New Jersey, PBSN – Erling Haaland benar-benar menjadi mimpi buruk Brazil. Dua golnya ke gawang Alisson, membuat Tim Samba angkat koper. Rakyat Brazil pasti nangis darah ni. Simak narasinya.

Meadowlands Stadium, East Rutherford, mendadak berubah menjadi panggung komedi. Wasit Ismail Elfath dari Amerika meniup peluit. Brazil, ranking 6 FIFA bersama Carlo Ancelotti, datang penuh percaya diri. Di seberang, Norwegia ranking 31 FIFA bersama Ståle Solbakken, pelatih asli Norwegia, bukan impor. Julukan mereka Løvene alias Singa, tapi malam itu mereka lebih mirip gerombolan Viking yang baru turun dari kapal perang sambil membawa buku pelajaran berjudul “Cara Membuat Brazil Bingung.”

Baru menit ke-4 Patrick Berg sudah menjebol gawang Brazil. Tribun Norwegia meledak seperti dapat bonus gaji sepuluh tahun. Untung wasit menganulir gol karena offside. Pendukung Brazil langsung mengusap dada. Jantung yang tadi mau kabur akhirnya balik lagi ke tempatnya.

Menit ke-10 Matheus Cunha dijatuhkan di kotak penalti. VAR dipanggil. Semua pemain mengelilingi wasit seperti warga mengejar mobil gas. Menit ke-13, penalti diberikan. Bruno maju dengan gaya pahlawan film laga. Seluruh pendukung Brazil sudah bersiap joget samba. Duk..! Orjan Nyland menepis bola. Stadion langsung sunyi. Bahkan burung yang terbang di atas stadion seolah ikut geleng-geleng kepala.

Setelah itu Brazil menyerang tanpa henti. Vinicius Junior, Gabriel Martinelli, Rayan, hingga Casemiro silih berganti menembak. Nyland malah berubah menjadi pintu brankas yang password-nya lupa dibocorkan. Sementara Norwegia santai menguasai permainan. Statistik menunjukkan penguasaan bola 67 persen milik mereka. Brazil cuma 33 persen. Rasanya pemain Samba sedang ikut les sepak bola gratis yang gurunya Martin Ødegaard.

Babak pertama berakhir tanpa gol.

Di ruang ganti, Ancelotti memberi tausiyah, “Main yang benar. Jangan seperti proyek besar, anggarannya triliunan, hasilnya cuma pagar seng.” Di ruang sebelah, Solbakken tersenyum, “Tetap tenang. Jangan seperti politik, hitungannya belum selesai, pesta kemenangan sudah duluan.” Dua pelatih, dua nasihat, satu tujuan, bikin penonton senyum-senyum sendiri.

Babak kedua dimulai. Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup masuk memperkuat Norwegia. Brazil membalas dengan Endrick, Neymar, dan Danilo. Serangan datang bertubi-tubi, tetapi Nyland masih seperti satpam galaksi yang menolak semua tamu tanpa undangan.

Menit ke-79, Andreas Schjelderup mengirim umpan lambung sempurna. Erling Haaland melompat tinggi. Duarrr… Goooool! Sundulannya membuat skor menjadi 0-1. Tribun Norwegia berubah menjadi festival Viking. Ada yang memukul panci, meniup peluit, sampai memeluk orang asing seolah saudara kandung yang baru ditemukan.

Belum selesai. Menit ke-90, Schjelderup kembali menyodorkan umpan matang. Haaland menerima bola di batas kotak penalti lalu melepaskan tembakan datar ke pojok kanan bawah gawang. Goooooool! 0-2! Stadion berguncang. Pendukung Norwegia menari seperti baru menemukan harta karun peninggalan leluhur Viking.

Brazil terus menyerang. Ederson sempat mendapat peluang pada menit 90+3, Danilo mengirim crossing, Vinicius terus menusuk, tetapi semuanya mentok di benteng Norwegia.

Lalu datang menit 90+10. Wasit menunjuk titik putih. Neymar maju sebagai algojo. Stadion kembali menahan napas. Gooool! Neymar mengeksekusi penalti dengan tembakan akurat ke sisi kanan gawang. Skor berubah menjadi 1-2. Pendukung Brazil sempat berteriak seolah keajaiban akan datang, tetapi itu hanya gol hiburan. Sesaat kemudian peluit panjang berbunyi.

Pertandingan selesai. Brazil tetap angkat koper. Norwegia melaju, Haaland menjadi mimpi buruk baru bagi Samba. Seluruh rakyat Brazil larut dalam kesedihan. Ada yang memandangi lima trofi Piala Dunia sambil menghela napas, ada yang mematikan televisi sebelum komentator selesai bicara, bahkan mungkin ada menyalahkan arah angin di New Jersey. Sementara para Viking berpesta pora. Malam itu mereka bukan sekadar menang, tetapi sukses membuat raksasa sepak bola dunia pulang lebih cepat sambil membawa koper penuh evaluasi.

 

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *