Jakarta – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Anies-Muhaimin, dipanggil Joko Widodo ke istana.
Menyikapii hal itu, Pengamat Politik Ekonomi, Anthony Budiawan mengatakan bahwa seyogyanya menolak undangan Jokowi tersebut.
Pasalnya menurut dia, kondisi pemilu dan pilpres masih tidak menentu, karena klaim kemenangan satu putaran paslon 02, Prabowo-Gibran, yang dirasakan sangat janggal, bukan saja oleh masyarakat tetapi juga oleh tim 01 dan 03.
Penolakan tersebut lanjut Anthony dimaksudkan untuk menghormati masyarakat pendukung paslon 01, serta menghindari salah paham dari masyarakat yang mungkin bisa menduga-duga liar topik pembicaraan hingga kemungkinan dicapai deal-deal politik yang bisa merugikan masyarakat luas.
Alasan utamanya tegas Anthony, karena Jokowi secara terbuka menyatakan berpihak dan mendukung paslon 02, dan akan cawe-cawe dalam pilpres.
“Maka itu harus disuarakan yang gencar, harus ada tekanan dari masyarakat (agar Paloh tidak datang ke istana),” kata Anthony kepada PBSN, Ahad malam (18/2/24).
Tetapi lanjut dia, Surya Paloh sudah menerima panggilan Presiden dan talah datang ke istana.
“Apakah akan ada deal politik tertentu yang bisa merugikan masyarakat, atau Surya Paloh masih konsisten menyuarakan Perubahan, bisa dilihat manuver di hari-hari mendatang. Mari kita nantikan bagaimana sikap kepemimpinan dan kenegarawanan Surya Paloh,” jelasnya.
(Beby)