RESPON SINDIRAN MAHFUD TERKAIT PERPPU CIPTA KERJA, RR : SAYA INI MIRIS GITU LOH, HANYA DEMI KEKUASAAN DIA BISA MENGUBAH SIKAPNYA

News191 Views

Jakarta – Melalui cuitan di Twitter, Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli terlibat adu argumen dengan Menko Polhukam Mahfud MD (twit war).

Awalnya, pria yang akrab disapa RR itu melalui akun Twitternya @RamliRizal mengutip pernyataan Mahfud MD yang pernah menyebut ‘malaikat yang masuk lingkaran kekuasaan bisa menjadi iblis’.

Pernyataan RR itu diduga kuat sebagai sindiran atas sikap Mahfud yang mendukung terbitnya Perppu Ciptaker.

Cuitan dari mantan Menko Perekonomian tersebut dibalas Mahfud dengan komentar yang cukup pedas.

Mahfud menyebut sahabatnya itu semakin ngawur dan bodoh serta menantang menunjukkan kapan membuat pernyataan tersebut.

“Ternyata Rizal Ramli ini makin ngawur dan bodoh. Tunjukkan, kapan saya bilang bahwa setiap orang yang masuk kekuasaan menjadi iblis. Goblok lah pernyataan tersebut. Kapan dan di mana saya bilang begitu?. Ayo, saya bilangnya bukan begitu lah tapi begini,” balas Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd, Rabu (4/1/23).

RR pun menyesalkan cuitan balasan dari sahabat lamanya tersebut.

Menurutnya, sikap Mahfud yang mendukung terbitnya Perppu Cipta Kerja telah mendegradasi kecerdasan akademiknya.

“Saya ini miris gitu loh, hanya demi kekuasaan dia bisa mengubah sikapnya, mengubah bobot akademiknya yang makin merosot. Kok segitunya sih?” cuit RR (6/1/23).

Meski terkenal sebagai tukang kepret, kali ini Ketua Dewan Pembina Asprindo itu mengaku hanya sekadar mengingatkan kawan lamanya itu.

Ia menilai, Mahfud adalah sosok akademisi dan juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya lagi mengingatkan Mahfud karena kawan. Kalo nggak kawan sih, gua kepret aja, hahaha…” katanya sembari tertawa.

RR juga menyayangkan statement Mahfud yang akan mengkritik Perppu Ciptaker andai berada di luar pemerintahan. Menurutnya, hal tersebut justru memberi contoh yang buruk kepada publik.

“Ini kan lelucon yang nggak lucu, kasih contoh ke anak muda bahwa sikap kamu sebagai akademik tergantung kamu di mana. Kalau di dalam ya kamu ngejilat, kalau di luar kamu jadi pengkritik. Itu sama sekali contoh yang tidak benar,” tegasnya.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *