Menteri PU Buka Lomba Membuktikan Keponakan! Hadiahnya Umrah Sekeluarga

News, Politik20 Views

Jakarta, PBSN – Saya senyam-senyum dengan Menteri PU, Doddy. Makin ke sini makin menggemaskan netizen. Bukan proyek PU yang menonjol tapi masalah pribadi dan keponakan. Saking emosinya, ia menyiapkan hadiah umrah sekeluarga bila ada bisa membuktikan Aisyah keponakannya. Horang kaya mah bebas.

Akhirnya Indonesia naik level. Kalau negara lain sibuk bikin sayembara desain jembatan, robot, atau mobil terbang, kita justru punya kompetisi paling fenomenal abad ini, Lomba Membuktikan Keponakan Menteri. Hadiahnya bukan dispenser, bukan sepeda listrik, apalagi magic com. Hadiahnya umrah sekeluarga!

Saya curiga, sebentar lagi acara ini tayang setiap malam. Host-nya teriak, “Baik pemirsa! Di depan saya sudah hadir 500 ahli silsilah, 200 tukang gosip kompleks, tiga paranormal, lima dukun garis keturunan, dan satu tetangga yang siap membuktikan apakah benar Aisyah keponakan Menteri atau bukan!”

Semua bermula dari nama Aisyah Zakkiyah, kelahiran Jakarta, 30 Desember 1993. Kariernya melesat lebih cepat dan akurat assist Messi. Asiyah pernah menjadi sales mobil Toyota Tsusho, lalu Direktur Strategi di perusahaan swasta. Setelah itu dipercaya menjadi Tenaga Ahli Menteri Pekerjaan Umum bidang komunikasi sekaligus Juru Bicara Menteri. Belum sempat kursinya hangat, pada Mei 2026 ia kembali naik menjadi Komisaris PT PP (Persero) Tbk, BUMN konstruksi mengelola proyek bernilai triliunan rupiah.

Netizen pun berubah profesi massal. Yang tadinya ahli sepak bola mendadak jadi pakar genealogi. Akun Threads @jefr.i5164 mengunggah narasi, Aisyah disebut sebagai keponakan Menteri PU Dody Hanggodo. Di X, akun @bismillahyuk ikut meramaikan dengan tangkapan layar surat keputusan dan tudingan jalur ordal. Dalam hitungan menit, media sosial berubah menjadi kantor catatan sipil nasional.

PT PP kemudian memberikan penjelasan. Perusahaan menyatakan Aisyah tidak memiliki hubungan afiliasi, baik hubungan darah maupun perkawinan, dengan dewan komisaris, direksi, maupun pemegang saham. Tapi begitulah dunia maya, wak. Klarifikasi sering datang naik sepeda ontel, sedangkan gosip sudah keliling dunia naik pesawat supersonik.

Nah, bagian inilah yang membuat netizen hampir keselek buah langsat Pontianak.

Di Kompleks Istana Kepresidenan pada 15 Juli 2026, Menteri PU Dody Hanggodo tidak memilih membuka map silsilah keluarga. Beliau justru meluncurkan tantangan yang rasanya lebih cocok jadi acara prime time televisi.

“Yang bisa membuktikan Aisyah adalah keponakan saya, saya kasih hadiah umrah gratis kalau dia beragama Islam. Gue kasih sayembara. Kalau lu bisa buktikan, gue kasih lu umrah sekeluarga lu semua. Satu bulan ya!”

Wak… sejak kalimat itu keluar, saya membayangkan mesin fotokopi di seluruh Indonesia langsung lembur. Printer mendadak panas. Toko map hijau kehabisan stok. Ahli arsip membuka lemari warisan. Semua sibuk menyusun pohon keluarga dari zaman nenek moyang sampai era sinyal 5G.

Aisyah sendiri dalam sebuah podcast juga menjawab santai, “Buktikan dulu, baru ngomong.”

Seketika saya membayangkan acara baru di televisi, Indonesia Membuktikan Keponakan. Jurinya ahli genetika, notaris, kepala RT, ibu-ibu kompleks, ditambah satu tetangga yang hafal seluruh silsilah kampung sejak zaman Orde Baru.

Pesertanya ribuan. Ada membawa akta kelahiran. Ada membawa album foto keluarga. Ada membawa surat nikah buyut. Bahkan mungkin ada rela tes DNA sambil berharap pulang membawa koper umrah.

Di sisi lain, perjalanan karier Aisyah tetap menjadi bahan diskusi publik. Dari dunia sales dan komunikasi menuju kursi komisaris BUMN konstruksi. Netizen pun melontarkan berbagai komentar jenaka. Ada menyebut itu bukan lompatan karier, melainkan teleportasi jabatan dengan mode ekspres tanpa transit.

Begitulah negeri ini. Ketika isu serius muncul, responsnya kadang terasa seperti skenario film komedi. Yang satu melempar tuduhan, yang lain membuka sayembara. Bukan mencari keponakan, melainkan membuktikan apakah tuduhan hubungan keluarga itu benar atau tidak.

Sekarang tinggal menunggu hitung mundur satu bulan. Kalau ada yang berhasil membuktikan dengan bukti yang sahih, mungkin koper umrah langsung disiapkan. Kalau tidak ada yang berhasil, setidaknya Indonesia telah mencatat satu babak unik dalam sejarah, klarifikasi pejabat berubah menjadi sayembara berhadiah perjalanan ke Tanah Suci.

Benar-benar negeri yang sulit ditebak. Di sini, pohon keluarga bisa mendadak menjadi dokumen paling viral sedunia.

 

 

 

Rosadi Jamani

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *