Giliran Bupati Langkat Dikandangin KPK, Negeri MBG Dipenuhi Spesies Tikus Got

Hukrim, News42 Views

Langkat, PBSN – Mana emak yang bilang “korupsi itu manusiawi.” Tengok ni mak, kemarin Bupati Kuansing diserok. Kali ini giliran, Bupati Langkat ikut dikandangin. Apakah mereka manusia? Mereka sudah menjadi spesies endemik di negeri MBG, tikus got gorong-gorong.

Belum juga rakyat selesai mengunyah drama OTT Bupati Kuantan Singingi bersama Sekdanya, eh panggung nasional langsung menggelar episode baru. Kali ini lampu sorot mengarah ke Kabupaten Langkat. KPK seperti petani yang lagi musim panen, bedanya yang dipanen bukan padi di sawah, melainkan tikus got yang selama ini hobi berpidato soal integritas sambil, menurut dugaan penyidik, bermain-main dengan aroma fee proyek.

Padahal kisahnya indah sekali. Lahir di Pangkalan Brandan pada 23 Juni 1966. Lulus SD Negeri 050746 Pangkalan Brandan tahun 1979, SMP Swasta Babalan tahun 1982, SMA Negeri 1 Babalan tahun 1985, lalu menjadi Sarjana Hukum Universitas Medan Area tahun 1994. Suami Endang Kurniasih. Adik almarhum Syamsul Arifin yang namanya sudah menjadi bagian dari sejarah politik Sumatera Utara.

Pernah menjadi anggota DPRD Sumut 2014-2018, Wakil Bupati Langkat 2019-2024, Plt Bupati sejak 2022, lalu Bupati definitif periode 2025-2030 dari Partai Amanat Nasional sekaligus Ketua Dewan Kehormatan DPW PAN Sumut. Penghargaannya juga bertumpuk seperti tandan sawit baru dipanen. Alumni Inspiratif UMA, Sahabat Pers SPS Sumut, Dewi Sartika Award, komunikasi publik terbaik, ASN BerAKHLAK, sampai sederet penghargaan pembangunan kependudukan. Lengkap. Tinggal menunggu dinobatkan sebagai manusia paling kinclong sedunia.

Lalu… duarrr!

Seolah-olah meriam Kesultanan Langkat ditembakkan tepat ke tengah alun-alun. Pada 2 Juli 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan. Penyidik menduga ada permainan fee proyek tahun anggaran 2025 bernilai miliaran rupiah. Orang-orang diduga menjadi perantara lebih dulu diamankan di Binjai ketika menagih uang. Sementara sang bupati kemudian diamankan di Deli Serdang sebelum dibawa ke Polrestabes Medan. Lalu, diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses lebih lanjut. Dari singgasana pendopo menuju ruang pemeriksaan. Alur ceritanya lebih cepat dari tembakan Bang Dodo ke gawang Kroasia.

Kabupaten Langkat itu terkenal dengan hamparan kebun sawit, Sungai Wampu gagah mengalir, dan gerbang menuju megahnya Taman Nasional Gunung Leuser. Tempat orangutan bergelantungan dengan elegan dari dahan ke dahan. Ironisnya, manusia justru sering kalah elegan. Orangutan bergelantungan mencari buah, manusia bergelantungan pada jabatan demi harta. Orangutan menjaga hutan, manusia kadang justru diduga sibuk mencari celah. Jangan-jangan penghuni Leuser sampai geleng-geleng kepala sambil berkata, “Untung kami cuma primata.”

Rakyat Langkat pasti sudah lelah. Belum lama daerah ini dihantui kasus kerangkeng manusia yang menggemparkan negeri. Harapannya sederhana, bab berikutnya adalah kisah pembangunan. Yang datang justru dugaan bab baru yang membuat kopi pahit mendadak terasa seperti air putih karena kenyataan jauh lebih pahit.

Kalau benar semua dugaan itu nanti terbukti di pengadilan, maka penghargaan paling jujur bukan lagi Alumni Inspiratif atau Komunikasi Publik Terbaik. Melainkan “Juara Dunia Membuat Rakyat Tepuk Jidat Berjamaah.” Sebab pola ceritanya selalu sama. Kampanye tersenyum. Dilantik penuh doa. Pidato soal amanah. Foto bersama anak-anak sekolah. Potong pita sana-sini. Lalu mendadak berita nasional ramai dengan tiga huruf yang bikin jantung pejabat berdebar: OTT.

Semoga proses hukum berjalan tuntas, adil, dan membuka semuanya seterang matahari di atas Leuser. Sebab rakyat sudah bosan dijadikan penonton sirkus politik yang badutnya selalu berganti kostum, tetapi trik sulapnya tetap sama. Yang hilang bukan kelinci dari topi, melainkan kepercayaan masyarakat yang lenyap entah masuk ke gorong-gorong mana.

“Semoga emak yang bilang korupsi itu manusiawi bisa minum Koptagul, Bang.”

“Aamin, si emak itu mungkin sudah insyaf tak demo pro MBG lagi.

 

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *