Gila! 100 Titik Dapur SPPG Fiktif di Cilacap, Ada di Kuburan

News, Politik, Sosial28 Views

Cilacap, PBSN – Program MBG (ada nyebutnya proyek) tampaknya berhasil menciptakan inovasi baru. Inovasi itu belum pernah ditemukan di negara mana pun, dapur tanpa dapur. Ditemukan 100 titik dapur SPPG fiktif di Cilacap. Memang sudah gila proyek, eh salah, program ini.

Nuan bayangkan, ente petugas Badan Gizi Nasional (BGN) yang sedang mengecek lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di peta ada titik. Di laporan ada alamat. Di dokumen ada yayasan. Begitu tiba di lokasi, yang menyambut bukan aroma masakan, melainkan suara jangkrik, hamparan sawah, hutan, bahkan kompleks pemakaman.

Inilah yang ditemukan tim investigasi di Kabupaten Cilacap. Dari lebih 300 titik SPPG yang terdaftar, sekitar 100 titik ternyata tidak memiliki bangunan maupun fasilitas apa pun. Tidak ada dapur, tidak ada kompor, tidak ada juru masak. Yang ada hanya koordinat GPS dan harapan.

Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya mengakui, isu jual beli titik dan titik fiktif memang benar adanya. Beberapa titik berada di lokasi yang sulit dijelaskan akal sehat. Kalau dapur berdiri di kuburan, mungkin ini satu-satunya program negara yang bisa melayani dua alam sekaligus.

Yang lebih menarik, sebagian titik tersebut kabarnya masih diperjualbelikan. Seolah-olah yang diperdagangkan bukan fasilitas publik, melainkan kavling politik menjelang panen kekuasaan.

Drama semakin seru setelah mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menjadi tersangka. Dari balik jeruji, Sony mulai “bernyanyi”. Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, ia menyebut ada 41 nama yang diduga pernah meminta titik dapur SPPG.

Awalnya hanya 26 nama yang beredar. Setelah penyidik memeriksa percakapan WA dan data di ponselnya, jumlah itu bertambah menjadi 41 nama.

Yang bikin publik langsung tepuk jidat, sebagian besar nama tersebut disebut berasal dari kalangan politik. Nah lho.

Program yang dijual sebagai upaya memperbaiki gizi anak bangsa malah diduga menjadi rebutan berbagai kelompok yang ingin kebagian “titik”. Seolah-olah yang sedang dibagikan bukan makanan, melainkan tiket menuju ladang proyek.

Sony juga menyeret nama NSD atau Nanik S Deyang, Kepala BGN saat ini. Ia mengklaim ada yayasan yang namanya diubah hingga tiga kali tanpa prosedur resmi. Yayasan tersebut disebut memiliki titik di beberapa daerah seperti Tapos, Karangasem, dan Madiun.

Sony mengaku tidak tahu apakah titik-titik yang sudah diberikan kemudian diperjualbelikan atau tidak. Pernyataan yang kurang lebih mirip orang melempar umpan ke kolam lalu mengaku tidak tahu kenapa ikannya berdatangan.

Sementara itu, BGN memilih menutup permanen portal pendaftaran mitra SPPG karena target 30 ribu titik disebut telah tercapai. Angka yang memang terdengar hebat, sampai publik mengetahui, sebagian titik ternyata lebih cocok dijadikan lokasi syuting film horor dari dapur umum.

Di Cilacap, 100 titik fiktif yang sudah teridentifikasi akan dihapus dari sistem. Namun pertanyaan besarnya tetap sama, kalau 100 titik saja bisa hilang dari dunia nyata, berapa banyak lagi yang sebenarnya hanya hidup di atas kertas?

ICW sebelumnya juga menemukan sekitar 27,45 persen dari 102 yayasan mitra MBG memiliki afiliasi politik formal. Karena itu, banyak pihak menduga kasus ini hanyalah puncak gunung es.

Yang pasti, kisah 100 dapur hantu di Cilacap menjadi ironi besar. Program yang seharusnya mengenyangkan anak-anak justru membuat publik kenyang oleh drama. Di negeri ini, ternyata bukan cuma rumah hantu yang punya alamat misterius. Dapur negara pun bisa muncul di sawah, hutan, bahkan di atas liang lahat.

Menariknya lagi, muncul demo bayaran minta proyek, eh salah, program MBG dilanjutkan. Katanya, tangkap koruptornya, perbaiki tata kelolanya, perketat pengawasannya. Ditanya balik, seperti apa tata kelolanya, siapa pengawasnya? Kalian percaya ungkapan itu di tengah mental korupsi sudah merasuk ke segala lini. Mahasiswa saja bisa disogok 20 juta usai ketemu Gibran.

“Ah, sudahlah, Bang. Anak-anak sekarang sedang menikmati liburan.”

“Benar, wak. Yang kelaparan sedang mencari makanan bergizi gratis.

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *