Dayah Al-Muslimun Aceh Utara Tunjuk Jadi Pelaksana Ujian dan Penyetaraan Ijazah Al-Azhar

Lhoksukon, PBSN – Dayah Terpadu Al-Muslimun Lhoksukon, Aceh Utara, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Education Development Center for Al-Azhar International Students (EDCAIS) Mesir terkait seleksi santri yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar.

Kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Direktur EDCAIS, Kairo, Mesir, pada Minggu (5/7/2026), mulai pukul 09.00 hingga 10.30 waktu setempat. Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur EDCAIS Dr. Haitsam Abdel Sattar, Kabag Pelaksana Ujian Dr. Mahmoud Syaban, Pembina Yayasan Al-Muslimun H. Rayendara Alamsyah, dan Direktur Kerjasama Internasional Dayah Al-Muslimun Dr. Zulfikar Ismail.

Hasil dari pertemuan tersebut menyepakati beberapa poin penting. Pertama, EDCAIS akan menjadi pelaksana ujian seleksi bagi santri Dayah Al-Muslimun yang ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, yang akan mulai diberlakukan pada tahun ini. Kedua, pelaksanaan ujian akan bertempat di Dayah Al-Muslimun, menjadikannya satu-satunya dayah di Aceh yang mendapat izin resmi sebagai lokasi pelaksanaan ujian masuk Universitas Al-Azhar Mesir.

Selain itu, Al-Muslimun juga dipercaya untuk menjadi jembatan atau penghubung dalam proses _Mu’adalah Ijazah_ (penyetaraan ijazah) dengan Al-Azhar Mesir. Hal ini menandakan pengakuan resmi dari pihak kampus tertua di dunia tersebut terhadap kualitas pendidikan yang diterapkan di Dayah Al-Muslimun.

Pembina Yayasan Al-Muslimun, H. Rayendara Alamsyah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan besar yang diberikan oleh EDCAIS kepada pihaknya.

“Kami sangat bersyukur atas kesepakatan ini. Ini adalah buah dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka jalan seluas-luasnya bagi santri Aceh untuk mengenyam pendidikan di tingkat internasional, khususnya di Al-Azhar,” ujar H. Rayendara.

Sementara itu, Direktur Kerjasama Internasional Dayah Al-Muslimun, Dr. Zulfikar Ismail, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis yang akan memudahkan proses administrasi dan seleksi bagi para santri.

“Selama ini, santri kita harus menempuh ujian di luar daerah. Kini dengan adanya izin resmi ini, pelaksanaan ujian bisa dilakukan di dayah sendiri. Ini akan sangat membantu dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” jelas Dr. Zulfikar.

Prestasi ini menjadi babak baru bagi Dayah Terpadu Al-Muslimun dalam memperluas jaringan internasional dan memantapkan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Aceh yang tidak hanya berfokus pada ilmu keagamaan, tetapi juga mampu membuka akses pendidikan global bagi para santrinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed