Piala Dunia 2026, Empat Sejarah dalam 24 Jam, Mulai Iran hingga Messi

News, Olahraga21 Views

Oleh : M. Syahran W. Lubis | Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02

Washington DC, PBSN – Dalam sehari atau kurang dari 24 jam terjadi empat sejarah di panggung Piala Dunia 2026. Bermula dari pertandingan Iran vs Belgia pada 22 Juni pk. 02.00 WIB dan berujung Lionel Messi pada tengah malam WIB.

Iran menahan imbang Belgia tanpa gol di Grup G. Ini untuk pertama kalinya Iran sukses memetik poin dalam dua pertandingan beruntun sejak pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia pada 1978 di Argentina setelah di laga pertama seri 2–2 vs Selandia Baru. Memang pada edisi 1998 dan 2022 Iran memetik 3 poin, bahkan pada 2018 meraup 4 poin, tetapi mereka tak pernah sukses menangguk poin dalam dua pertandingan berturut-turut.

Catatan elok Iran itu semakin luar biasa karena sejauh ini skuat asuhan Amir Ghalenoei menjadi satu-satunya tim sepanjang sejarah Piala Dunia yang bermarkas di luar negara tempatnya bertanding. Itu disebabkan Amerika Serikat menolak Iran ber-homebase di negara tersebut dan FIFA tak bisa berbuat apa-apa.

Iran sekarang di ambang sejarah berikutnya. Setelah dalam enam keikutsertaannya di putaran final Piala Dunia selalu kandas di fase grup, kali ini mereka berpeluang lolos ke fase gugur.
Iran sekarang berada di posisi kedua klasemen sementara Grup G dengan nilai 2, unggul produktivitas mencetak gol dibandingkan dengan Belgia yang juga mendulang nilai 2 dengan hasil pertemuan kedua tim imbang 1–1. Di matchday ketiga, Iran jumpa Mesir.

Mesir kini di posisi teratas Grup G. Mohamed Salah dan kawan-kawan juga menorehkan sejarah dalam pertandingan melawan Selandia Baru yang dimulai pk. 08.00 WIB pagi ini. Untuk pertama kalinya Mesir meraih kemenangan dalam empat kali keterlibatannya di putaran final Piala Dunia sejak edisi 1934.

Mohamed Salah dan kawan-kawan menang comeback atas Selandia Baru 3–1 yang membuat mereka hampir pasti lolos ke 32 besar kalau pun di matchday ketiga kalah dari Iran, minimal sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Jika Mesir lolos, itu untuk pertama kalinya mereka melaju ke babak kedua putaran final Piala Dunia.
Sejarah ketiga yang luar biasa juga ditorehkan debutan Cape Verde yang untuk kedua kalinya berhasil menahan imbang tim juara dunia.

Setelah pekan lalu pada matchday pertama Cape Verde imbang tanpa gol vs juara dunia 2010 Spanyol, pada 22 Juni pagi WIB wakil Afrika tersebut kembali mampu mengimbangi Uruguai, juara Piala Dunia 1930 dan 1950, dengan skor 2–2.

Terlepas dari dua gol Cape Verde sebenarnya lebih disebabkan kesalahan pemain Uruguai sendiri—tidak serius membuat pagar betis menghadapi tendangan bebas dan tendangan meleset Mathias Olivera plus kecerobohan kiper Fernando Muslera—tetap saja hasil itu jadi catatan hebat.

Seperti Iran dan Mesir yang mengincar lolos ke babak berikutnya, Cape Verde begitu pula. Bahkan, peluang tim berjuluk Hiu Biru untuk melaju ke 32 besar lebih terbuka dibandingkan dengan Uruguai yang untuk sementara masih menempati slot kedua klasemen sementara Grup H.

Hal itu disebabkan pada matchday ketiga Cape Verde hanya jumpa Arab Saudi yang sekarang terjerembab di dasar klasemen, sedangan Uruguai jumpa Spanyol.

Melihat dua penampilan awal Cape Verde, mereka sangat mungkin untuk menaklukkan Arab Saudi dan memperpanjang catatan luar biasa tak terkalahkan yang saat ini mencapai 12 pertandingan. Sementara itu, Uruguai sulit menaklukkan Spanyol. Dalam enam pertemuan kedua tim, Uruguai tidak pernah mengalahkan Spanyol. Tiga dari enam laga dimenangkan Spanyol, tiga lagi imbang bahkan termasuk ketika Uruguai juara Piala Dunia 1950.

Sejarah keempat dalam kurun waktu kurang dari 24 jam adalah Lionel Messi berdiri sendirian sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia. Hal itu sangat mungkin dicatatkannya ketika Argentina bertarung kontra Austria di Grup J pada 23 Juni mulai pk. 00.00 WIB atau tepat tengah malam nanti.

Berkat mencetak hattrick saat skuat Tango menggebuk Aljazair 3 gol tanpa balas pekan lalu, Messi telah menempatkan diri sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol, menyamai catatan penyerang Jerman Miroslav Klose.

Melihat perbandingan kekuatan kedua tim, wajar Argentina diprediksi menang atas Austria dan Messi sangat mungkin mencetak gol. Satu gol saja cukup untuk menempatkan Messi sendirian sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 17 gol, dibayangi ujung tombak Prancis Kylian Mbappe dengan 14 gol.

Dengan empat catatan sejarah dalam waktu kurang dari 24 jam, bersiaplah untuk terus bersukacita menikmati pesta bola Piala Dunia 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *